Cara Menkominfo Cegah Peretasan Situs KPU

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 30/06/2018 17:35 WIB
Cara Menkominfo Cegah Peretasan Situs KPU Menkominfo Rudiantara berkoordinasi dengan Polri dan BSN untuk mencegah peretasan situs KPU. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pengamanan situs Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pihaknya juga telah meminta usercloud, situs penyimpanan data online, memblokir beberapa tautan.

Teror peretas atau hacker diperkirakan bakal marak menyangkut hasil penghitungan suara pilkada serentak 2018 yang dipublikasi KPU melalui situs.


"Kami koordinasi dengan KPU, Polri, BSSN, dan stakeholders lainnya. Kominfo juga sudah meminta usercloud.com untuk melakukan pemblokiran link-link untuk download distributed denial of service (DDoS)," kata Rudiantara kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (30/6).


Pihak KPU pun mengaku sengaja membuat situs resminya yakni infopemilu.go.id terkadang dinonaktifkan untuk mengantisipasi maraknya serangan dari para peretas.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan sistem buka-tutup atau active-down itu merupakan hasil konsultasi dengaan tim informasi teknologi KPU. Hal tersebut menurutnya solusi yang tidak akan membuat pekerjaan penghitungan suara memakan waktu.

"Jadi kalau mengakses web kami kadang bisa dan enggak bisa dibuka itu sebetulnya cara kami untuk menangkal serangan yang datangnya bukan hanya tiap jam, tapi tiap menit menyerang kita," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Buka-tutup situs tersebut, menurut Arief dilakukan sekaligus untuk membersihkan serangan-serangan yang masuk ke laman resmi KPU tersebut. Penutupan situs pun dilakukan pada tadi pagi.


Pada kesempatan yang sama, analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyarankan agar KPU tetap membuka situs tanpa menutupnya agar masyarakat mengetahui ada serangan yang dialami KPU.

Selain itu juga agar masyarakat bisa mengetahui hasil penghitungan suara dilakukan secara transparan kepada masyarakat.

Namun Arief membantah jika buka-tutup situs tersebut merupakan bentuk sikap tidak netral. Menurut dia, langkah tersebut merupakan solusi yang tepat untuk mengantisipasi peretas.

"Karena kalau kita buka terus akan merepotkan banyak pihak juga. Jadi mohon maaf kalau masih sering buka-tutup. Bukan karena kami tidak transparan, tapi ini strategi yang juga disampaikan para ahli IT kami untuk menangkal serangan yang terus datang tiap menit," tuturnya.


(pmg/asa)