"Saya enggak ingin media sosial dipakai sebagaimana digunakan di Myanmar dalam isu Rohingya, artinya kita tindak tegas sesuai aturan," kata Rudiantara.
Kasus Rohingya di Myanmar kerapkali menjadi rujukan Rudiantara kala ia menerima pertanyaan seputar peran media sosial dalam penyebaran hoaks. Dia menjamin akan mengambil langkah drastis seperti menutup layanan media sosial apabila isu SARA yang tak akurat bergulir cepat menjadi bola panas tanpa kendali yang cukup dari pengelolanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:5 Cara Bedakan Berita Hoaks |
"Biar bagaimanapun dari 300-an (konten pornografi) isinya ternyata jadi 7.000, tapi Tumblr sudah menghubungi Kominfo dan akan membersihkan ini," tukas Rudiantara.
Siberkreasi disebut telah dan sedang mengampanyekan literasi digital secara maraton. Rudiantara mengklaim hampir setiap hari ada acara dari Siberkreasi yang digelar di tiap kota.
Tantangan dari metode ini adalah waktu yang dibutuhkan relatif lama. Pun, tak ada ukuran pasti kapan program literasi ini bisa diterima secara merata penduduk negeri ini. Satu-satunya indikasi yang dipakai oleh Rudiantara adalah level pemahaman masyarakat yang mampu "memilah dan memilih mana yang positif dan negatif."
Ketika penyelenggaraan pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019 makin dekat seperti sekarang, metode literasi ini dianggap tak bisa mengimbangi laju cepat kabar hoaks yang dipastikan kembali menghiasi wajah media sosial. Soal ini, Rudiantara tak begitu khawatir. Ia mengingatkan ada penindakan di dunia nyata oleh tim siber kepolisian untuk mengusut perkara hoaks. (evn)