Zhang Yiming, sosok di balik Tik Tok dalam sebuah kesempatan menceritakan awal mula kemunculan layanan yang telah diunduh sebanyak 500 juta kali. Tik Tok sendiri merupakan layanan yang dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan milik Yiming.
Saat awal dikembangkan, Tik Tok hanya ditangani oleh delapan orang dari ByteDance dalam waktu hanya 200 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kominfo Segera Panggil Tik Tok |
"Sejak lama, saya hanya menonton video Tik Tok tanpa membuat sendiri, karena aplikasi ini memang menyasar anak muda," ungkap Yiming disela wawancara dengan Tech Node.
Yiming sendiri merupakan lulusan software engineer lulusan Universitas Nankai yang mendirikan perusahaan teknologi ByteDance pada Maret 2012. Selain merilis layanan Tik Tok, perusahaan yang dirintisnya juga memperkenalkan aplikasi berita, Toutiao untuk pengguna di China.
"Dalam industri konten, teks dan gambar telah berkembang menjadi video, dan konten kini banyak berasal dari pengguna. Perubahan kami lakukan untuk menjawab kebutuhan pengguna saat ini," imbuhnya.
Namun, keputusuan untuk merambah konten video ternyata tepat. Layanan Tik Tok besutannya berhasil merajai Google Play Store dan App Store. App Annie mencatat Tik Tok merajai jumlah unduhan di App Store sepanjang tahun 2018 di seluruh dunia.
Namun, di tengah kesuksesan yang menghampiri, Yiming harus menghadapi konflik dengan CEO Tencent Ma Huateng. Raksasa teknologi China tersebut menuding ByteDance melakukan aksi plagiat atas aplikasi Tik Tok yang dianggap meniru Weishi, platform video milik Tencent. Akibat hal ini, aplikasi WeChat dan QQ saat ini memblokir tautan ke Tik Tok. (evn)