Perusahaan China Produksi Bus Otonom Pertama

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 13:21 WIB
Perusahaan China Produksi Bus Otonom Pertama Minibus Apolong dilengkapi 14 kursi yang ukurannya sekitar sepertiga dari ukuran bus normal. (AFP PHOTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raksasa teknologi asal China Baidu Inc mengumumkan telah mulai memproduksi massal minibus otonom pertama di negara itu. Kendaraan tanpa sopir ini nantinya digunakan di tempat-tempat wisata dan bandara.

Seremoni peluncuran dihadiri oleh CEO Baidu Robin Li. Ia sekaligus menyaksikan peluncuran kendaraan ke-100 dari lini produksi sebuah pabrik di tenggara kota Xiamen.

"2018 menandai tahun pertama komersialisasi untuk kendaraan otonom. Dari produksi massal Apolong (nama minibus Baidu), kita dapat benar-benar melihat bahwa kendaraan otonom membuat langkah besar - mengambil industri dari nol menjadi satu," kata Li kepada AFP.


Minibus Apolong dilengkapi 14 kursi yang ukurannya sekitar sepertiga dari ukuran bus normal. Kendaraan tersebut tidak memiliki kemudi berikut kursi pengemudi.
Minibus Apolong hasil kerja sama antara Baidu dan pabrikan bus Cina, King Lon. Kendaraan 'pintar' itu akan segera digunakan secara komersial di area tertutup seperti kawasan wisata dan sejumlah bandara di beberapa kota termasuk Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan megacity baru Xiong'an di negara itu.

Awal tahun depan, mereka akan memasuki pasar swadaya Jepang sebagai bus antarjemput di pusat pembangkit tenaga nuklir atau di Tokyo untuk mengangkut orang-orang tua.

Apolong tersimpan sistem otomatisasi "tingkat empat" sebagaimana didefinisikan oleh Society of Automotive Engineers, yang berarti mereka dapat beroperasi dalam lokasi tertutup tanpa campur tangan manusia. Tingkat empat yang dimaksu adalah teknologi kecerdasan buatan paling tinggi pada kendaraan otonom (bergerak otomatis) karena dapat beroperasi di jalan mana saja.

"Saya menjelskan kemampuan kendaraan self-driving pada konferensi yang dihadiri para pengembang tahun lalu, dan akhirnya mendapatkan tiket di jalan lingkar lima (Beijing)," jelas Li.
Baidu, yang banyak dianggap sebagai 'Google China' adalah perusahaan paling bersemangat dalam menghasilkan kendaraan otonom untuk kebutuhan penduduk bumi di masa depan.

"Di masa lalu, China mengekspor komoditas murah ke dunia. Di masa depan, China akan mengekspor teknologi AI ke dunia," kata Li dalam konferensi tahunan AI tersebut.

Dia juga mengumumkan chip AI baru yang disebut Kunlun dapat mendukung berbagai aplikasi AI, termasuk pengenalan suara, pemrosesan bahasa alami, dan mengemudi otonom. (mik)