Jangan Kaget Pesan Gojek Dijemput Motor Listrik

JNP, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 20:23 WIB
Jangan Kaget Pesan Gojek Dijemput Motor Listrik Ilustrasi. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek dan perusahaan konsultan manajemen Solidiance sepakat untuk menguji coba 10 unit motor listrik di Indonesia yang berlangsung mulai 14-21 Juli 2018. Kedua perusahaan telah melakukan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada hari ini Rabu, (11/7).

Uji coba ini bertujuan untuk menghemat penggunaan bahan bakar pada kendaraan bermotor selain dianggap bisa menyejahterakan pengemudi Gojek.

Menurut Associate Partner Solidiance Gervasius Samosir, pengemudi Gojek dalam sehari bisa menghabiskan Rp10-25 ribu untuk membeli bahan bakar. Dengan penggunaan motor listrik, pengemudi Gojek bisa memotong anggaran bensin.


"Dalam satu bulan, pengemudi motor listrik bisa mengurangi anggaran sebesar Rp600-700 ribu yang bisa dialokasikan ke kebutuhan yang lain," kata Gervasius di Jakarta, Rabu (11/7).
Uji coba ini sekaligus mencari perilaku berkendara kendaraan listrik masyarakat Indonesia. Pengendara Gojek diharapkan bisa menjadi 'agen perubahan' dalam penerapan kendaraan listrik di Indonesia.

"Kerja sama ini kami lakukan untuk trial assesment. Kami harapkan Gojek bisa menjadi agen perubahan dalam penerapan kendaraan listrik di Indonesia," jelas Gervasius.

"Gojek menjadi exposure terbesar. Semoga kerja sama ini bisa memberikan percikan listrik mengenai aspek-aspek yang bisa dikembangkan untuk mendukung kendaraan listrik," ucap Gervasius kemudian.

Ke-10 motor listrik tersebut tetap menjalankan layanannya seperti biasa. Masyarakat jangan merasa aneh jika dijemput oleh Gojek dengan motor tanpa suara dan emisi gas buang.
Dalam kesempatan yang sama Head of Research Gojek Ramda Yanurza juga mengakui inovasi motor listrik ini akan menyejahterakan mitra pengemudi. Pasalnya penggunaan uang untuk operasional akan lebih efisien.

"Transportasi ini mengakomodasi sekitar 25 persen total konsumsi energi. Sosok energinya 70 persen berasal dari bahan bakar fosil. Ini tidak sustainable (tidak efisien)," jelas Ramda.

Dalam uji coba ini pengemudi Gojek bisa melakukan pengisian ulang baterai di Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) secara cuma-cuma. Kemudian, pengemudi juga bisa menggunakan aplikasi besutan Solidiance yang bisa mengirimkan baterai pengganti apabila baterai motor pengemudi telah habis. (mik)