Malawi Kerahkan Drone Lacak Sarang Nyamuk Malaria

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 23:40 WIB
Malawi Kerahkan Drone Lacak Sarang Nyamuk Malaria Ilustrasi drone. (Foto: www.unicef.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malawi menggandeng organisasi nirlaba UNICEF untuk menekan penyebaran penyakit malaria. Tak tanggung-tanggung, untuk menemukan sarang nyamuk Anopeheles (nyamuk penyebab malaria) pemerintah dan UNICEF mengerahkan pesawat nirawak (drone).

'Perburuan' sarang nyamuk Anopheles ini dimulai di sebuah kota kecil Kasungu yang terletak di kaki gunung Kasungu. Lokasi ini dipenuhi waduk dan kolam yang menyuplai air ke pertanian lokal yang membuatnya jadi tempat idel berkembang biang.

Uji coba yang dilakukan sejak 2017 lalu ini akan menerbangkan drone di area seluas 80 kilometer.


Drone melakukan sampling beberapa kolam hingga genangan air yang menjadi sarang nyamuk Anopheles untuk mendapatkan data hingga menentukan daerah mana saja yang rentan penularan malaria.

Selain memetakan lokasi perkembangbiakan nyamuk, drone juga akan mendata daerah mana yang rentan penularan malaria. Pencegahan ini juga disebut bisa memberikan dampak signifikan terutama saat memasuki musim kemarau saat waduk dan genangan air mengering.

Meskipun memasuki musim dingin, cuaca di Malawi cenderung panas. Tim menyebut pekerjaan mengambil sampel jentik nyamuk secara rutin dilakukan untuk mengendalikan malaria. Demikian mengutip laman The Independent, Kamis (12/7).

Malaria dan air sangat berhubungan erat. Beberapa hari setelah menyedot darah, nyamuk betina Anopheles akan mencari air untuk bertelur. Biasanya puncak penyebaran malaria berada di musim hujan di antara bulan November dan April.

Penyakit malaria terus memberikan dampak hebat di Afrika. Di Malawi, hampir seperempat anak berusia di bawah lima tahun positif mengidap malaria. (evn)