Peluncuran Satelit Merah Putih Hemat Hampir Rp1 Triliun

JNP, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 16:41 WIB
Direktur Human Capital Management Herdy R. Harman menyebut peluncuran Satelit Merah Putih lebih murah 40 persen dibandingkan dengan Satelit Telkom 3S. Direktur Human Capital Management Herdy R. Harman menyebut peluncuran Satelit Merah Putih lebih murah 40 persen dibandingkan dengan Satelit Telkom 3S. (Foto: Dok. SpaceX via Youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peluncuran Satelit Merah Putih diklaim lebih murah daripada peluncuran satelit pendahulunya.

Direktur Human Capital Management Telkom Group Herdy R. Harman menyebut peluncuran Satelit Merah Putih lebih murah 40 persen dibandingkan dengan Satelit Telkom 3S.

Peluncuran Satelit Merah Putih memakan biaya US$166 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Angka ini jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan Telkom 3S yang memakan biaya US$ 215 juta atau sekitar Rp 3,11 triliun.


"Total US$166 juta termasuk menyewa roket, asuransi dan pembuatan satelitnya, 40 persen lebih hemat," ujar Herdy di Kantor Telkom, Jakarta, Selasa (7/8)


Penurunan biaya ini dikarenakan oleh penggunaan Roket Falcon Block 5 besutan SpaceX yang bisa digunakan berkali-kali. Jadi karena bisa digunakan berkali-kali, maka ongkos yang dipatok SpaceX juga menurun.

"Roket bisa bolak balik hingga 10 kali tanpa ada perawatan yang berarti, hanya inspeksi. Dari sisi peluncuran, jadi memang jadinya sangat menguntungkan bagi kami," kata Herdy.

Herdy mengatakan peluncuran Merah Putih akan menggantikan satelit uzur Telkom 1 yang diluncurkan pada tahun 1999.


Lebih lanjut Herdy mengatakan peluncuran satelit ini penting bagi jaringan telekomunikasi di Indonesia sebagai negara kepulauan. Herdy menyebut kabel optik tidak dapat menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia.

"Dengan keunikan Indonesia sebagai negara kepulauan, topografi sangat menantang jadi tidak semua bisa dipenuhi kabel optik. Sangat butuh satelit untuk menyediakan jaringan telekomunikasi," ujar Herdy. (asa)