4 Fakta Falcon 9, Roket yang Terbangkan Satelit Merah Putih

JNP, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 11:27 WIB
4 Fakta Falcon 9, Roket yang Terbangkan Satelit Merah Putih Falcon 9 (REUTERS/Gene Blevins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih akan meluncur ke luar angkasa hari ini (7/8). Satelit ini akan mengangkasa dengan roket Falcon 9 Block 5 besutan SpaceX. Satelit ini akan ditempatkan di 108 derajat Bujur Timur (108 BT).

Roket Falcon 9 block 5 merupakan varian roket Falcon 9 terkuat. Untuk muatan yang lebih berat lagi, Space X punya varian lain, Falcon Heavy.

Falcon 9 mampu membawa beban hingga 22 ton, sementara satelit Merah Putih sendiri berbobot 5,8 ton saja. Sementara Falcon Heavy mampu memnbawa muatan hingga 64 ton.


Sebagai roket yang bisa dipakai ulang, setelah meluncurkan satelit merah putih, roket Falcon 9 bisa mendarat kembali ke bumi di atas kapal landasan di Samudera Atlantik yang dinamakan "Of Course I Still Love You".

Berikut fakta-fakta lain terkait Falcon 9 block 5 yang dipakai untuk mengangkut satelit merah putih.
  • Lahir pada 2010
Generasi pertama Falcon 9 lahir pada tahun 2010. Sejak kelahirannya, roket ini telah mengalami perbaikan terus menerus.

Perubahan terbesar di antara Block 3 dan Block 5 adalah peningkatan daya pendorong (thrust) dalam semua mesinnya dan peningkatan pada kaki roket yang mudah untuk lepas agar bisa roket bisa digunakan kembali dengan cepat.

Dengan kelahiran roket sekali pakai, kini varian roket Falcon 9 bisa digunakan berulang kali karena bisa kembali ke bumi.

Tingkat pertama (first stage) Falcon 9 memiliki tinggi 42,6 meter, berat dengan bahan bakar 433 ton, diameter 3,6 meter. Tingkat kedua memiliki tinggi 12,6 meter, berat dengan bahan bakar 111,5 ton dan diameter 3,66.

Jika ditotal dengan payload fairing, makan tinggi total roket adalah 70 meter dengan berat berat massa 596,3 ton bersama dengan bahan bakar.
  • Bisa dipakai ulang
Roket Falcon 9 Block 5 mampu menjalani setidaknya 10 misi tanpa adanya perawatan yang signifikan. Kendati demikian Elon mengatakan setiap usai menjalani misi, roket masih dibutuhkan inspeksi.

Roket Falcon 9 hanya butuh sedikit perbaikan dan inspeksi untuk menghemat biaya peluncuran. Sebab, berarti SpaceX tak perlu membuat ulang roket tiap kali ada peluncuran baru.

Sementara untuk total peluncuran, roket Falcon 9 Block 5 setidaknya mampu menjalani 100 peluncuran sampai dipensiunkan. Varian Falcon sebelumnya hanya bisa digunakan dua sampai tiga kali saja.

  • Baru dipakai tiga kali
Varian Falcon 9 Block 5 ini adalah varian pertama yang meluncur untuk ketiga kalinya. Pada bulan Mei pernah mengantar satelit milik Bangladesh, Bangabandhu Satellite-1.

Satelit itu akan menawarkan cakupan video dan komunikasi di atas Bangladesh dan perairan teritorialnya di Teluk Benggala, serta di India, Nepal, Bhutan, Sri Lanka, Filipina, dan Indonesia
  • Biaya peluncuran lebih murah
Tarif SpaceX untuk biaya peluncuran biasanya Rp868,5 miliar (US$ 60 juta). Dengan sistem roket daur ulang Falcon 9 Block akan menurunkan biaya menjadi Rp723,7 miliar (US$ 50 juta).


(eks/eks)