"Empat persen sukses menjalankan bisnis melalui online. Empat persen ini produknya bagus dan merupakan yang terbaik. Tugasnya pemerintah membina 96 persen (UKM yang belum berhasil) tadi. Pelatihannya apa, dan mesin peralatan apa yang harus dibantu dari pemerintah," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil dan menengah (IKM) Gati Wibawaningsih saat ditemui pada konferensi pers Google, di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).
Lihat juga:Jokowi Minta Koperasi Melek Teknologi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, data Google ini berdasarkan data lawas yang didapat berdasarkan survey dari JAKPAT pada 2015 terhadap pengguna smartphone.
Untuk itu, Kemenperin menargetkan pada tahun ini ada 4 ribu UKM yang sukses berjualan Online. Pada 2019, Gati menargetkan ada 7 ribu UKM yang sukses berjualan online.
Guna memfasilitasi para pengusaha UKM ini, Gati mengatakan Kemenperin bekerja sama dengan lima market place di Indonesia. Lima lapak itu adalah Blibli.com, Bukalapak, Blanja.com, dan Tokopedia.
"Jadi kami tidak bikin market place. Kami kerja sama dengan mereka. Mereka yang potensial itu pasti dididik oleh market place," ujar Gati.
Jika melihat angka total UKM yang ada di Indonesia, maka jumlah UKM yang sudah go online jadi lebih sedikit lagi. Saat ini total UKM di Indonesia berjumlah 4,4 juta dan baru 0,4 persen atau 17.600 UKM yang menggunakan Internet untuk memasarkan produknya. (eks/asa)