Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin, hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada Minggu (12/8) malam.
"Meteor tampak hanya malam hari, khususnya pasca tengah malam. Untuk puncaknya dapat diamati pada dini hari Minggu dan Senin," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tempat yg ideal untuk lihat hujan meteor adalah gelap, bebas polusi cahaya, dan cerah. Di mana saja di Indonesia bisa asal kedua syarat terpenuhi. Cari tempat di pinggiran kota atau luar kota," tuturnya.
"Pada saat tertentu, bumi berpapasan dengan gugusan debu sisa komet sehingga debu-debunya memasuki atmosfer bumi dan terbakar dalam jumlah yang banyak. Saat itulah pengamat bisa menyaksikan hujan meteor dengan jumlah puluhan sampai ratusan meteor per jam," tulisnya.
Hujan meteor Perseids sendiri berasal dari gugusan debu sisa ekor komet Swift Tuttle. Dinamakan Perseid karena karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus.
(eks)
Hujan meteor Perseids sendiri berasal dari gugusan debu sisa ekor komet Swift Tuttle. Dinamakan Perseid karena karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus.