Minggu & Senin Dini Hari, Momen Terbaik Hujan Meteor Perseids

RBC, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 14:55 WIB
Minggu & Senin Dini Hari, Momen Terbaik Hujan Meteor Perseids Ilustrasi (REUTERS/Heinz-Peter Bader)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah gerhana bulan total terpanjang di abad 21 terjadi dua pekan lalu, sekarang giliran hujan meteor Perseids yang akan menghiasi langit akhir pekan ini. Hujan meteor Perseids dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin, hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada Minggu (12/8) malam.

"Meteor tampak hanya malam hari, khususnya pasca tengah malam. Untuk puncaknya dapat diamati pada dini hari Minggu dan Senin," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).
Namun, Thomas tidak dapat memastikan pukul berapa hujan meteor Perseids akan memuncak, karena hal tersebut tergantung pada kerapatan gugusan debu yang baru akan direkam oleh radar meteor saat fenomena berlangsung.


Untuk pengamatan terbaik, peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto mengimbau masyarakat untuk pergi ke tempat yang jauh dari lampu-lampu kota.

"Tempat yg ideal untuk lihat hujan meteor adalah gelap, bebas polusi cahaya, dan cerah. Di mana saja di Indonesia bisa asal kedua syarat terpenuhi. Cari tempat di pinggiran kota atau luar kota," tuturnya.

Asal nama Perseids

Dalam blog-nya, Thomas menjelaskan bahwa meteor adalah batuan atau debu antariksa yang memasuki atmosfer bumi dan terbakar pada ketinggian 70-110 km.

"Pada saat tertentu, bumi berpapasan dengan gugusan debu sisa komet sehingga debu-debunya memasuki atmosfer bumi dan terbakar dalam jumlah yang banyak. Saat itulah pengamat bisa menyaksikan hujan meteor dengan jumlah puluhan sampai ratusan meteor per jam," tulisnya.

Hujan meteor Perseids sendiri berasal dari gugusan debu sisa ekor komet Swift Tuttle. Dinamakan Perseid karena karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus.
(eks)