Meski Matikan GPS, Google Tetap Bisa Lacak Pengguna

JNP, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 06:47 WIB
Meski Matikan GPS, Google Tetap Bisa Lacak Pengguna Ilustrasi Google Maps. (dok. Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google ternyata masih bisa melacak pergerakan pengguna meskipun pengguna telah mematikan 'Location History' (Riwayat Lokasi) dalam pengaturan di aplikasi Google.

Seharusnya dengan menonaktifkan 'Location History', Google tak lagi melacak pergerakan pengguna lewat GPS yang ada diperangkat mereka.

Dilansir dari Assosiated Press, peneliti dari Princeton University Gunes Acar menemukan bahwa Google masih mengawasi lokasi pengguna tanpa sepengetahuan pengguna.  membawa ponsel Android dengan mematikan 'Location History'.


Pengaturan tersebut seharusnya bisa mencegah Google untuk mengoleksi data terkait lokasi pengguna. Namun, dia menemukan Google masih mencatat pergerakan pengguna sehari-hari.

Google selalu meminta izin untuk menggunakan informasi lokasi pengguna. Aplikasi seperti Google Maps akan meminta izin dari pengguna untuk mengakses lokasi yang dituju oleh pengguna.

Apabila pengguna setuju, Google akan merekam lokasi pengguna dari waktu ke waktu. Google Maps akan mengumpulkan dan menampilkan riwayat lokasi pengguna dalam garis waktu untuk memetakan pergerakan harian pengguna.

Menyimpan data lokasi dari waktu ke waktu ini mengancam privasi pengguna. Pasalnya, melalui informasi riwayat lokasi ini, pihak mana pun bisa melacak keberadaan pengguna lewat izin Google.

Bahkan polisi di North Carolina, Amerika Serika berhasil menemukan tersangka lewat riwayat lokasi ini. Oleh karena itu, Google membuat pengguna bisa 'pause' pengaturan 'Location History'.

Untuk mencegah agar Google mengingat lokasi-lokasi yang dikunjungi oleh pengguna, pengguna bisa mematikan 'Location History'. Berdasarkan laman bantuan Google, pengguna bisa mematikan 'Location History' kapan pun.

Dengan mematikan 'Location History', tempat yang dituju tidak akan lagi disimpan.

Kenyataannya beberapa apikasi Google secara otomatis menyimpan data lokasi tanpa meminta izin. Google menyimpan snapshot lokasi pengguna ketika pengguna hanya membuka Google Maps.

Masalah privasi ini memberikan dampak kepada dua miliar pengguna Android dan ratusan juta pengguna iPhone yang bergantung pada Google Maps.

Pembaharuan ramalan cuaca harian pada Android juga bisa menentukan lokasi pengguna setiap kali ramalan diperbarui oleh perangkat.

Peneliti asal Princeton, Jonathan Mayer mengatakan menyimpan data lokasi yang melanggar preferensi pengguna adalah salah. Seorang peneliti dari lab milik Mayer mengonfirmasi bahwa Google mencatat lokasi pengguna di beberapa perangkat Android dan iPhone.

"Jika Anda mengizinkan pengguna untuk mematikan sesuatu yang disebut dengan 'Location History', maka semua tempat di mana Anda tetap menyimpan data lokasi seharusnya dimatikan juga," ujar Mayer.

Selain mematikan 'Location History' Google mengatakan pengguna juga harus mematikan 'Web and App Activity' yang diaktifkan secara default. Pengaturan itu menyimpan berbagai informasi dari websites dan aplikasi Google. Saat dimatikan, ini akan mencegah aktivitas di perangkat apapun disimpan ke akun pengguna. (age/age)