Situs Porno Disebut Sering Jadi Pintu ke Situs Perjudian

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 10:48 WIB
Situs Porno Disebut Sering Jadi Pintu ke Situs Perjudian Ilustrasi (Unsplash)
Jakarta, CNN Indonesia -- Situs pornografi seringkali dijadikan pintu untuk mengarahkan pengguna berkunjung ke situs perjudian. Hal ini diungkap Ismail Fahmi, pengamat kemanan internet yang juga sempat menangani mesin ais Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

"Pornografi saya perhatikan hanya jalan bagi pemilik situs togel, agar orang mau mengunjungi situs2 togelnya. Dari kunjungan yang tinggi ke situs pornografi, akan tinggi kunjungan ke situs togel," jelasnya saat dihubungi CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Jumat pagi (10/8).

Pernyataan ini dilontarkan Ismail saat mengomentari terkait peran mesin ais milik Kominfo dalam menjaring konten pornografi.


Menurutnya, penggunaan fitur safe search milik Google efektif untuk memblokir konten pornografi. Namun tidak bisa digunakan untuk konten negatif seperti ujaran kebencian, obat terlarang, dan perjudian. Selain itu, situs perjudian itu menurutnya bisa menghimpun uang yang tak sedikit.

"(Mesin ais masih berjalan) untuk mendeteksi dan memblokir situs-situs perjudian, deteksi illegal drug, hate speech, berbagai macam isu nasional. Mesin ini masih jalan terus, dan sangat membantu. Terutama soal perjudian, ini yang nilai uangnya sangat besar," tuturnya.

Meski demikian ia menolak untuk memberikan keterangan lebih detil mengenai hal ini.

Kominfo telah meminta 25 ISP di Indonesia untuk mengaktifkan fitur safe search milik Google sebagai pengaturan bawaan (default).

Hal ini dilakukan agar pengguna internet di Indonesia otomatis kesulitan mengakses konten pornografi. Dengan blokir dari 25 ISP ini, Kominfo mengklaim telah memblokir akses pornografi bagi 95 persen pengguna internet di Indonesia.

Saat ini pengaturan tersebut baru diberlakukan untuk pencarian Google yang dilakukan lewat peramban Google Chrome yang punya paling banyak pengguna di Indonesia.

Namun Kominfo menyebut penerapan ini nantinya juga akan diterapkan ke peramban dan mesin pencari lain selain Google. (eks/eks)