Penting Edukasi Biodiesel B20 Menjaga Kepercayaan Konsumen

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 16/08/2018 09:37 WIB
Penting Edukasi Biodiesel B20 Menjaga Kepercayaan Konsumen Biodiesel bahan dasarnya menggunakan minyak dari kelapa sawit. (Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno mengatakan konsumen mobil diesel harus mendapat pengetahuan penggunaan bahan bakar biodiesel B20.

Mukiat menjelaskan selama konsumen mendapatkan informasi yang jelas, maka sedikit demi sedikit konsumen akan percaya bahwa dampak buruk biodiesel B20 bisa diatasi. Dengan demikian penurunan penjualan mobil diesel yang diprediksi sampai 25 persen tidak akan terjadi di Indonesia.

"Nah setelah ada penjelasan semua, seperti misalnya nanti filter (bahan bakar) diganti atau bagaimana. Mungkin masyarakat pelan-pelan menerima dong," kata Mukiat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/8).


Mukiat memprediksi faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli mobil diesel di tengah isu efek biodiesel B20 adalah dapat menurunkan performa mesin kendaraan, memperpendek usia saringan bahan bakar, hingga mobil bakal lebih sering servis.
Ia pun tak bisa membantah dengan kepercayaan konsumen. Namun di satu sisi, Mukiat dalam posisi harus memberikan sesuatu yang positif kepada konsumen. Karena itu dibutuhkan edukasi biodiesel yang tepat kepada konsumen.

"Yang saya khawatir adalah engine baru belum tentu bisa meminum B20 itu. Tapi itu masih personal opini," kata Mukiat. 

Pendapat lain dilontarkan Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto. Dia menjabarkan bahwa biodiesel dari kelapa sawit tidak akan memberi dampak negatif pada mesin kendaraan. Para konsumen, diyakini pria karib disapa Soerjo itu, tidak perlu merasa khawatir dengan rencana pemerintah.

Konsumen dirasa tidak perlu merasa khawatir atas peralihan ini, karena mesin dilindungi garansi. Ada banyak bentuk garansi atau jaminan yang digelar masing-masing agen pemegang merek (APM).
"Pengaruh penjualan mobil diesel sendiri itu jadi enggak, selama APM bisa membuktikan kepada konsumen kalau mesin bisa pakai B20," ucap Soerjo.

Biodiesel atau B20 sendiri merupakan pencampuran antara 80 persen solar dengan 20 persen biodiesel yang bahan dasarnya menggunakan minyak dari kelapa sawit.

Sebelumnya B20 hanya wajib digunakan untuk kendaraan yang mendapatkan subsidi atau Public Service Obligation (PSO). Namun demi penghematan devisa dan menurunkan impor solar, pemerintah menginginkan penggunaan B20 diperluas hingga kendaraan pribadi.

Pemerintah menargetkan dari kebijakan itu dapat menghemat US$2,3 miliar hingga Desember 2018. (mik)