HARA menjadi 'dalang' berdirinya hub ini. Startup asal Singapura itu melihat setidaknya ada tiga fungsi yang dijalankan dari tempat ini.
Fungsi pertama adalah lokasi untuk ajang 'kopi darat' bagi para pelaku industri berbasis blockchain. Berikutnya adalah tempat berlatih dan edukasi mengenai blockchain itu sendiri.
Lihat juga:Harga Bitcoin Kembali Tersungkur |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yos Ginting, anggota dewan penasehat Asosiasi Blockchain Indonesia berujar kehadiran tempat ini dapat membantu kegalauan publik.
Lihat juga:Line Buat Jual Beli 'Cryptocurrency' |
Secara definisi, blockchain merupakan rantai blok berisi catatan mengenai data transaksi yang tak bisa diubah dan terverifikasi.
Blockchain kian populer di masyarakat beberapa tahun belakangan berkat pemanfaataannya di Bitcoin. HARA adalah contoh startup yang mendasari bisnisnya berdasarkan blockchain untuk sektor agrikultur dan pangan. (age)