Dengan menelusuri kendali surat elektronik dan akun media sosial dan satu alat koneksi internet jarak jauh, dokumen dakwaan sepanjang 29 halaman itu untuk pertama kali memperlihatkan bahwa sekelompok warga Rusia yang sama menyewa server, menyasar pejabat Partai Demokrat dengan cara phishing yang bertujuan mendapatkan informasi rahasia dan berkomunikasi dengan Partai Republik serta penyebar informasi hasil retas lain.
Pada Jumat (13/7), sebanyak 12 mata-mata Rusia didakwa melakukan peretasan ke jaringan komputer Partai Demokrat tahun 2016. Peretasan ini dianggap bagian dari operasi Moskow untuk campur tangan dalam pilpres AS agar Donald Trump menang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aspek menarik dalam dakwaan baru ini meliputi bagaimana hubungan antara layanan penggunaan kembali alamat surat elektronik, dompet bitcoin dan infrastruktur. Pihak Rusia tidak menyembunyikan itu semua dengan baik."
Sejumlah peneliti mengatakan berkas dakwaan itu kemungkinan bergantung pada intelijen sinyal AS, yang hasil penyelidikannya jarang diungkap, karena mengutip pesan elektronik yang dikirim ke organisasi tertentu yang diduga adalah WikiLeaks di London.
Komunikasi angara Guccifer 2.0 dan WikiLeaks juga melemahkan bantahan pendirinya, Julian Assange, bahwa dia tidak mendapatkan surat elektronik Partai Demokrat yang diterbitkan dari Rusia.
Terutama, surat elektronik antara Guccifer 2.0 dan organisasi yang diduga WikiLeaks "mengisyaratkan bahwa NSA (Badan Keamanan Nasional AS) mendapatkan akses ke akun surat elektronik Guccifer 2.0 atau WikiLeaks atau keduanya."
Penyelidikan juga menemukan pencarian-pencarian internet tertentu oleh terdakwa dan topik-topik yang dicari pada mesin-mesin yang diretas.
Langkah pembeberan yang begitu banyak "memperihatkan betapa serius masalah ini, dan yang terpenting adalah menyebut bahwa Rusia melakukan peretasan ke AS untuk membantu Trump dan mengalahkan Hillary Clinton," ujar Weaver. (yns)