Harga Bitcoin Kembali Tersungkur

Eka Santhika, CNN Indonesia | Senin, 25/06/2018 10:43 WIB
Harga Bitcoin Kembali Tersungkur Ilustrasi (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga bitcoin terus berada di harga terendahnya dalam empat bulan terakhir. Saat ini bitcoin ada di harga Rp86 juta (US$6085,59). Harga ini turun 8 persen dari sebelumnya US$6.177,45, ini adalah harga terendah bitcoin sejak Februari.

Penurunan harga ini terpengaruh dari banyaknya berita negatif seputar bitcoin. Salah satunya terkait perintah lembaga peraturan finansial Jepang yang meminta enam perusahaan bursa cryptocurrency di negaranya untuk meningkatkan sistem anti-pencucian uang miliknya.

Ini sesuai dengan tren penurunan yang terjadi belakangan. Sepanjang 2018, harga Bitcoin telah turun 56 persen setelah naik 1300 persen tahun lalu.


Hal ini didorong dengan peristiwa pembobolan perusahaan bursa cryptocurrency di Korea Selatan, Bithumb. Koin digital perusahaan itu dicuri senilai 35 juta won (Rp444miliar).

"Seringkali ayunan harga disalahkan atas peristiwa seperti pembajakan lembaga pertukaran uang kripto atau berita dari pemerintah, jelas Chris Tse, Direktur Cardstack, pemimpin proyek yang menciptakan internet berbasis blockchain.

Serangan Bithumb sendiri diawali oleh menyusupan di Coinrail, perusahaan pertukaran cryptocurrency yang relatif kecil di Korea Selatan. Penyusupan itu menyebabkan hilangnya sekitar 30 persen dari koin yang diperdagangkan di bursa.

Tse mencatat bahwa bitcoin memang tengah menghadapi situasi yang keras, bahkan sebelum adanya kejadian-kejadian buruk baru-baru ini.

"Saat ini ada bendera peringatan (berwarna) kuning yang melambai. (Sempat) ada kegembiraan besar, lalu kecelakaan besar, dan sekarang kami membersihkan puing-puing dan mencari tahu apa yang sedang terjadi," kata Tse.

Seiring dengan turunnya bitcoin, mata uang digital lain juga mengalami penurunan. Etherum,mata uang digital kedua terbesar setelah bitcoin, turun 10 persen jadi bernilai US$472,99 (Rp6 juta).

Sementara itu, menurut Global Fundstrat Advisors menyebut perlambatan pasar ini terjadi karena tidak cukupnya pasokan uang masuk ke pasar cryptocurrency tahun ini. (eks/eks)