Merek ponsel asal Hong Kong, Infinix memandang dalam beberapa tahun ke depan ponsel pintar buatan pabrikan China akan mendominasi bahkan merajai bisnis ponsel pintar di Indonesia dan dunia.
Country Manager Assistant Infinix Agus Supangat mengatakan pasar ponsel pintar di China dan Indonesia memiliki kesamaan. Konsumen di kedua negara ini ingin membeli ponsel pintar dengan harga miring tapi memiliki fitur yang lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ponsel pintar merek China dengan harga yang lebih murah dianggap merupakan salah satu penyebab merosotnya penjualan ponsel Samsung. Hal inilah yang disebut jadi alasan Samsung menutup salah satu pabriknya di China, alasan penjualan yang terus merosot.
Pada 2013 Samsung tercatat menguasai 20 persen pangsa pasar ponsel di China. Akan tetapi, tahun ini pangsa pasar ponsel Samsung di China hanya tersisa satu persen.
Samsung kalah saing dengan Huawei, Xiaomi dan merek China lainnya. Kekalahan persaingan tersebut utamanya terjadi pada harga jual yang lebih mahal ketimbang kompetitornya dari Negeri Bambu. (evn)