Pendapatan Sopir Taksi Online Turun Akibat Ganjil Genap

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 11:53 WIB
Pendapatan Sopir Taksi Online Turun Akibat Ganjil Genap Perluasan ganjil genap selama 15 jam di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Aliansi Driver Online (Aliando) April Baja mengatakan para sopir taksi online cukup tersiksa dengan perluasan aturan ganjil genap. Mereka mengeluh karena pendapatannya sebagai mitra operator aplikasi terus tergerus.

Menurunnya pendapatan sopir taksi online karena keterbatasan menjangkau daerah strategis di DKI Jakarta yang memberlakukan aturan ganjil genap. Sementara banyak konsumen ingin menggunakan jasa naik taksi online di wilayah terlarang.

"Parah banget, pendapatan kami driver online hancur," kata Koordinator Aliansi Driver Online (Aliando) April Baja saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (4/9).
Menurutnya, sebelum aturan tersebut diperluas, pengemudi taksi online mampu mengais rezeki mulai Rp500 ribu-Rp600 ribu per hari dengan masa kerja 26 hari tiap bulan.


"Jadi dari 30 hari per bulan cuma bisa jalan 15 hari per bulan supaya tidak kena ganjil genap," ucap dia.

Dijelaskan April, dengan 15 hari masa kerja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Ia mengatakan untuk menghindari ganjil genap pengemudi harus melalui jalur alternatif yang biasanya terjebak macet dan sangat menguras bensin.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 164 Tahun 2016 disebutkan hanya angkutan umum berpelat kuning yang kebal dari sistem ganjil-genap.
Pindah Lokasi Operasi

Ia melanjutkan karena aturan tersebut, banyak dari rekannya memilih untuk beroperasi di daerah-daerah penyangga Ibukota seperti Bekasi, Tangerang, hingga Bogor.

"Ya pada ke pinggiran kota semua," kata April.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Fahri, seorang pengemudi taksi online GrabCar. Ia saat ini memilih untuk melayani penumpang di wilayah Depok dan sekitarnya karena terhambat sistem ganjil genap di DKI Jakarta.
Menurutnya, membawa penumpang di Jakarta hanya menghabiskan waktu karena jalanan terlampau macet.

"Main di Jakarta sekarang pas ganjil genap ya tidak kuat, ke sana sini susah. Kalau pas tanggal ya tak apa-apa, kalau tidak ya mending di Depok. Saya saja meski pelat pas sama tanggal sekarang lebih milih di Depok atau Bogor saja," ucap Fahri.

Perluasan ganjil genap Asian Games sendiri bakal terus diberlakukan hingga 13 Oktober 2018. Bedanya dengan saat Asian Games, kini aturan itu tidak berlaku pada Sabtu dan Minggu, serta libur nasional.
Kepastian itu pun diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 92 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap Menjelang dan Selama Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 yang ditandatangani 31 Agustus. Perluasan ganjil genap selama 15 jam.

Adapun jalan yang menerapkan sistem ganjil genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat; Jalan M.H. Thamrin; Jalan Jenderal Sudirman; Jalan Gatot Subroto; dan sebagian Jalan Jenderal S Parman (mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai Simpang Jalan KS. Tubun).

Selain itu jalan lainnya adalah Jalan MT Haryono; Jalan HR Rasuna Said; Jalan Jenderal DI Panjaitan; Jalan Jenderal Ahmad Yani; dan sebagian jalan Benyamin Sueb (mulai dari Bundaran Angkasa sampai Kupingan Ancol). (mik)