"Tokopedia harus diapresiasi biarpun resikonya besar bagi mereka. Karena akhirnya jadi pemberitaan di mana-mana. Namanya akan menjadi tanda tanya," kata Igantius di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).
Menurut Ignatius justru Tokopedia adalah korban bukan pelaku penipuan. Pelaku penipuan adalah oknum karyawan Tokopedia. Ignatius mengatakan idEA justru ingin meluruskan agar Tokopedia yang berhasil menangkap "maling" jangan terus dihakimi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ignatius mengatakan sesempurna apapun sistem yang dimiliki, jika karyawan di dalam sistem berbuat curang maka sistem itu pasti akan bobol.
"Sama seperti di pemerintah, polisi yang harus menjaga malah menjual narkoba. Cuma yang menjalankan sistemnya yang menyalahgunakan jabatannya. Itu yang harus hati-hati," kata Ignatius.
Pada Jumat lalu (24/8), Tokopedia menyatakan telah memutus hubungan kerja dengan sejumlah karyawan yang disebut melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 produk dari kampanye promosi yang dilakukan Tokopedia.
Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais menyatakan Tokopedia tidak memberikan ruang toleransi untuk individu gang menyalahgunakan kepercayaan atau gagal menjaga integritas. (age)