Asosiasi: Pemecatan Penipu Flash Sale Harus Diapresiasi

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 02:24 WIB
Asosiasi: Pemecatan Penipu Flash Sale Harus Diapresiasi Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan langkah pemecatan puluhan karyawan Tokopedia yang penipuan saat kampanye diskon kilat (flash sale) patut diapresiasi. Langkah pemecatan ini menurut Ignatius adalah bentuk komitmen untuk Tokopedia untuk menjaga integritas.

"Tokopedia harus diapresiasi biarpun resikonya besar bagi mereka. Karena akhirnya jadi pemberitaan di mana-mana. Namanya akan menjadi tanda tanya," kata Igantius di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Menurut Ignatius justru Tokopedia adalah korban bukan pelaku penipuan. Pelaku penipuan adalah oknum karyawan Tokopedia. Ignatius mengatakan idEA justru ingin meluruskan agar Tokopedia yang berhasil menangkap "maling" jangan terus dihakimi.
"Mereka itu korban, mereka itu bukan pelaku. Kalau mereka pelaku, enggak akan blow up ke publik. Justru mau nunjukin hei saya serius loh jagain kamu, yang ketangkep ini saya pecat," kata Ignatius.


Lebih lanjut ia mengatakan semua perusahaan yang masih menggunakan SDM pastinya beresiko mengalami kasus seperti ini. Belum lagi mengingat umurnya Tokopedia yang masih belia.

Ignatius mengatakan sesempurna apapun sistem yang dimiliki, jika karyawan di dalam sistem berbuat curang maka sistem itu pasti akan bobol.

"Secara simpel perusahaan bisa bobol selama masihbada faktor manusia. Saya pribadi apresiasi Tokopedia karena bisnis ini baru berkembang lalu ada orang-orang enggak berintegritas," ujar Ignatius.
Ignatius mengatakan Tokopedia sudah memilih sistem yang jelas terkait flash sale. Hanya saja beberapa karyawan menyalahgunakan jabatan untuk melakukan kecurangan.

"Sama seperti di pemerintah, polisi yang harus menjaga malah menjual narkoba. Cuma yang menjalankan sistemnya yang menyalahgunakan jabatannya. Itu yang harus hati-hati," kata Ignatius.

Pada Jumat lalu (24/8), Tokopedia menyatakan telah memutus hubungan kerja dengan sejumlah karyawan yang disebut melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 produk dari kampanye promosi yang dilakukan Tokopedia.

Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais menyatakan Tokopedia tidak memberikan ruang toleransi untuk individu gang menyalahgunakan kepercayaan atau gagal menjaga integritas. (age/age)