Shopee dan Lazada Angkat Suara soal Penipuan 'Flash Sale'

JNP, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 06:51 WIB
Shopee dan Lazada Angkat Suara soal Penipuan 'Flash Sale' Shopee Indonesia dan Lazada menanggapi persoalan dugaan penipuan dalam aksi diskon kilat atau flash sale yang terjadi beberapa waktu lalu. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Shopee Indonesia dan Lazada menanggapi persoalan dugaan penipuan dalam aksi diskon kilat atau flash sale yang terjadi beberapa waktu lalu.

Diketahui, flash sale menjadi produk andalan untuk meningkatkan transaksi dan menarik perhatian konsumen.

Beberapa waktu lalu, Tokopedia mengalami dugaan penipuan internal dengan diskon kilat-barang yang dijual dibeli oleh pegawai perusahaan itu sendiri.


Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezky Yanuar mengatakan flash sale ini memerlukan transparasi di antaranya soal jumlah produk yang tersisa, produk yang terjual hingga durasi diskon kilat tersebut.


Informasi ini dilakukan agar memberikan rasa adil kepada konsumen serta untuk menghindari kasus penipuan.

"Angka yang dijual kelihatan, sudah terjual berapa juga terlihat. Dan ada jamnya juga berapa lama. Kami sangat transparan dan terbuka," kata Rezky di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Senin (3/9).

Selain masalah transparansi, Rezky mengatakan Shopee juga fokus untuk memastikan bahwa platform bisa berjalan baik ketika dibanjiri oleh arus lalu-lintas yang tinggi saat flash sale.

Rezky mengatakan Shopee sudah berpengalaman dalam menangkal penipuan karena sistem perusahaan itu tidak bisa diakses secara sembarangan.


"Hanya orang orang khusus yang bisa buka sistem flash sale di kami. Saya jamin kalau dilihat dari pengalaman kami sudah setahun jadi sampai saat ini baik baik saja," kata Rezky.

Sistem Berlapis

Senada dengan Rezky, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri mengatakan Lazada memiliki sistem berlapis untuk menangkal penipuan.

"Kami di Lazada ada berbagai sistem, dan teknologi yang mencegah hal itu. Kami ada bebagai lapisan untuk approval dan monitoring. Belum pernah terjadi penipuan, " ujar Achmad

Sebelumnya, Tokopedia telah memutus hubungan kerja dengan puluhan karyawan yang terlibat penipuan saat kampanye diskon kilat.

Flash sale diadakan Tokopedia pada tanggal 15-18 Agustus lalu, saat merayakan hari jadi perusahaan itu yang ke-9.

"Tokopedia mengakhiri hubungan kerja dengan beberapa karyawan yang gagal menjaga integritas. Keputusan ini berasal dari audit internal yang dilakukan secara rutin," tulis pihak Tokopedia saat itu. (asa/asa)