Ikuti Jejak Bill Gates, Jack Ma Jadi Filantropis Saat Pensiun

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Sabtu, 08/09/2018 09:05 WIB
Ikuti Jejak Bill Gates, Jack Ma Jadi Filantropis Saat Pensiun Jack Ma. (Foto: INASGOC/Irwin Fedriansyah/RAV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang ulang tahunnya ke-54, pendiri Alibaba Jack Ma mengumumkan rencana pensiunnya. Langkah Jack Ma yang pensiun dan menjadi filantropi sama dengan jejak langkah pendiri Microsoft Bill Gates.

Dilansir dari Bloomberg, dia akan mendedikasikan lebih banyak waktu dan uang untuk membangun yayasan filantropinya yang bergerak di bidang pendidikan.

Salah satu orang terkaya di China ini akan lebih fokus pada The Jack Ma Foundation yang dia dirikan empat tahun silam.



The Jack Ma Foundation yang berdiri 2014 didedikasikan untuk meningkatkan sistem pendidikan China, khususnya di daerah pedesaan. Tahun lalu mereka menjanjikan 300 juta yuan atau setara dengan US$45 juta untuk mendanai program pelatihan guru selama satu dekade berikutnya, dengan tujuan untuk mengakhiri kemiskinan di daerah pedesaan.

"Saya pikir suatu hari nanti, dan segera, saya akan kembali mengajar. Ini adalah sesuatu yang menurut saya bisa saya lakukan jauh lebih baik daripada menjadi CEO Alibaba," ujarnya kepada Bloomberg beberapa waktu lalu.

Asal Usul Jack Ma

Pria yang lahir di Hangzhou, China pada 10 September 1964 silam ini lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang lemah. Orangtua Jack Ma berprofesi sebagai pemusik dan pendongeng tradisional.


Pada saat itu, ayahnya hanya mendapatkan tunjangan pensiunan bulanan sebesar sekitar Rp500 ribu untuk menghidupi keluarganya. Pada usia 12 tahun, Jack Ma menghabiskan masa kecilnya sebagai pemandu wisata di sebuah hotel di dekat Danau Hangzhou.

Dari pekerjaan pertama dia tersebut lah yang membuat Jack Ma memiliki pikiran terbuka jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya.

Pengalaman itu pula yang menghantarkan Ma untuk masuk ke Universitas Keguruan Hangzhou, sebuah institut keguruan dan ilmu pendidikan. Setelah mengantongi gelar sarjana bahasa Inggris, dia mulai mengajar dengan upah yang minim yakni sekitar Rp140 ribuan per bulan.


Semangat Ma untuk terus maju membuat dia tak berhenti mencari pekerjaan yang lebih baik. Akhirnya dia menjadi salah satu pegawai di gerai penjual ayam. Pekerjaan tersebut yang membawa Ma mengenal komputer dan internat.

Lebih dari satu dekade kemudian, Ma berhasil memimpin Alibaba Group yang telah melantai di Bursa Efek New York pada Oktober 2014. Pada saat melantai, perusahaan Alibaba memiliki valuasi hingga lebih dari US$200 miliar.

Saat ini, kekayaan pribadi Jack Ma meningkat seiring dengan peningkatan nilai perusahaan yang mencapai US$420,8 miliar berdasarkan harga sahamnya saat bursa ditutup pada Jumat (7/9). 

Jack Ma dinobatkan menjadi orang terkaya di China setelah IPO Alibaba mencapai rekor US$25 miliar. (age/age)