Rudiantara Ungkap Obrolan dengan Alibaba soal Pensiun Jack Ma

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Sabtu, 08/09/2018 15:15 WIB
Rudiantara Ungkap Obrolan dengan Alibaba soal Pensiun Jack Ma Menkominfo Rudiantara mengungkapkan dia telah melakukan komunikasi dengan Jack Ma dan yakin hubungan dengan Indonesia akan tetap baik. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pendiri Alibaba Jack Ma mengumumkan pada Sabtu (8/9), dirinya akan meninggalkan raksasa e-commerce ini untuk pensiun pada Senin (10/9) untuk memusatkan perhatian pada kegiatan filantropis dan pendidikan. 

Selain menjadi petinggi Alibaba, Jack Ma pun memiliki hubungan baik dengan Indonesia terutama untuk perkara e-commerce.

Menanggapi keputusan pensiun dini Jack Ma, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan dia telah melakukan komunikasi dengan pihak Jack Ma.


"Saya barusan komunikasi dengan mereka. Jack Ma mengundurkan diri sebagai Executive Chairman tetapi masih akan di Alibaba. Detailnya akan diumumkan Senin nanti," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (8/9).


Rudiantara menambahkan pengunduran diri Jack Ma tak akan berpengaruh kepada hubungannya dengan Indonesia.

"Pengunduran diri ini tidak akan berpengaruh kepada relationship dengan Indonesia. Karena value-nya melekat pada pribadi Jack Ma," tambahnya.

Pekan lalu, Jack Ma menyambangi Indonesia. Dia bahkan sempat makan siang bersama dengan Presiden Joko Widodo.

Rudiantara menyebut bahwa pertemuan pemerintah dengan Jack Ma dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia dan untuk kepentingan pembuat keputusan. 


"Kita butuh talent. Gojek, Tokopedia, mereka cari talent ke Bangalore, India. Di Indonesia enggak ada. Talent kita lambat," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (2/9). 

Pernyataan ini dibuat terkait dengan usulan pemerintah agar Jack Ma membuat institusi pendidikan yang disebut sebagai Jack Ma Institute. 

Selain kebutuhan sumber daya manusia, Rudiantara juga menyebut bahwa pertemuan itu juga dilakukan sebagai pembelajaran bagi pemerintah. 

"Terus juga untuk policy maker, jangan bentar-bentar bikin aturan," tuturnya saat ditemui terpisah usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Jack Ma di Istana Bogor, Sabtu. (asa)