Pendiri perusahaan e-commerce Amazon ini mengunggah pengumuman terkait hal ini di akun Twitter pribadinya. Sekitar satu tahun yang lalu, ia pernah menanyakan kepada para pengikutnya di media sosial itu tentang bagaimana ia dapat menyalurkan sebagian kekayaannya untuk beramal.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mendirikan organisasi yang langsung mengoperasikan sekolah-sekolah ini," tulis Bezos dalam cuitannya. Ia juga mengatakan sekolah-sekolah itu nantinya akan memakai prinsip-prinsip yang sama dengan yang diterapkan di perusahaan Amazon.
Dikenal kikir
Dengan predikatnya sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai sekitar US$163 miliar (sekitar Rp2.412 triliun), Bezos kabarnya jarang beramal. Di kampung halamannya, Seattle, ia dikritik karena dianggap tidak terlalu memedulikan jumlah tunawisma yang terus meningkat.
Walaupun dana yang diberikannya untuk Bezos Day One Fund terbilang besar, tetapi tidak sebanding dengan usaha amal yang dilakukan oleh sejumlah biliuner dunia lainnya.
Sebagai pembanding, salah satu pendiri Microsoft Bill Gates yang sudah mendonasikan puluhan miliar dollar melalui lembaga amalnya, dan CEO Facebook Mark Zuckerberg yang berjanji akan mendonasikan 99 persen sahamnya di Facebook kepada sebuah organisasi amal yang berfokus pada kepentingan masyarakat.
Niat berdonasi Bezos juga dipandang kecil saat dibandingkan dengan insiatif "giving pledge" yang dirilis oleh Gates dan biliuner Warren Buffett, yang mendorong orang-orang kaya untuk mendonasikan setengah kekayaan mereka untuk beramal. (afp/evn)