Janji Diblokir, Situs Skandal Sandi Uno Masih 'Terpampang'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 19:53 WIB
Janji Diblokir, Situs Skandal Sandi Uno Masih 'Terpampang' Sandiaga Uno. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Situs skandal calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno masih bisa diakses walaupun Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan pemblokiran pada hari ini.

Saat CNNIndonesia.com mencoba mengakses situs tersebut melalui penyedia jaringan internet Internet Service Provider/ ISP), portal itu masih dapat diakses. Dalam situs itu tampak foto Sandi dan sejumlah perempuan yang diduga memiliki hubungan.

Namun, ketika diakses melalui jaringan operator selular, situs skandal itu tak dapat dibuka. Jaringan Telkomsel misalnya tertulis 'Your Connection is Not Private': Attackers Might be Trying Your Information from www.skandalsandiaga.com'.


Lainnya, jaringan Indosat mengumumkan: 'Maaf, Akses Anda ke Halaman Ini Diblokir Karena Muatan Konten Negatif..."

Janji Diblokir, Situs Skandal Sandi Uno Masih TerpampangFoto: Screenshot via skandalsandiaga.com


Kominfo sebelumnya mengatakan pemblokiran situs skandal Sandiaga bukan dikarenakan statusnya sebagai calon wakil presiden, tapi karena  melanggar undang-undang ITE. Menkominfo Rudiantara mengatakan pihaknya berhak untuk memblokir situs apabila terbukti melanggar UU ITE.

"Kalau situs Sandiaga itu melanggar UU ITE. Karena itu dilaporkan ke polisi. Kami mendapat tembusan dari polisi dan polisi melihat ada tindak pidana. Itu jelas melanggar UU ITE jadi kami blokir," kata Rudiantara.
Janji Diblokir, Situs Skandal Sandi Uno Masih TerpampangFoto: Screenshot via skandalsandiaga.com



Calon wapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang namanya menjadi aktor utama dalam situs tersebut pun buka suara. Dia memastikan cerita, foto, gambar, maupun tulisan dalam situs tersebut adalah fitnah.

"Saya perlu jelaskan itu semua fitnah dan saya ya, ya tidak apa-apa fitnah ini kan menggugurkan dosa," kata Sandi ditemui usai mengunjungi pedagang Pasar Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/9). (asa)