Pendiri WhatsApp Komentari Kabar Selisih Paham dengan Zuck

REUTERS, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 17:16 WIB
Pendiri WhatsApp Komentari Kabar Selisih Paham dengan Zuck Pendiri WhatsApp Brian Acton. (Foto: REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pendiri WhatsAppBrian Acton akhirnya angkat suara terkait kabar selisih paham yang banyak beredar antara dirinya dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Belakangan, Acton akhirnya mengakui bahwa ia hengkang lantaran berbeda paham mengenai skema bisnis perusahaan dengan Zuck dan COO Sheryl Sandberg. Hal itu diungkapkan oleh Acton dalam wawancara dengan Forbes seperti dilaporkan Reuters.

Dalam wawancara tersebut, Acton mengatakan Facebook bermaksud menjual tool bisnis untuk bisa berinteraksi dengan pengguna WhatsApp berdasarkan tools analitik. Sementara di sisi lain, Acton beranggapan fitur enkripsi WhatsApp tidak bisa dipadukan dengan hal itu.


Di sisi lain, petinggi Facebook mempertanyakan hal tersebut dan menawarkan jalan keluar untuk analitik bisnis dengan dalih tetap mempertahankan fitur enkripsi.

Laporan tersebut juga mengatakan Acton sempat mengajukan skema bisnis WhatsApp melalui skema berbasis model pelanggan untuk membaca kemampuan pelanggan berbayar di tengah derasnya pengguna yang memanfaatkan layanannya secara gratis.

Namun, rencana bisnisnya itu justru ditolak oleh Sandberg. Menurutnya, skema bisnis yang diajukan Acton tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Sikap Acton merespons hengkangnya dua pendiri Instagram, Kevin Sytrom dan Mike Krieger pada Senin (24/9). Kabar yang beredar mengatakan keduanya merasa keberatan dengan sikap Zuck yang kerap terlalu ikut campur dalam mengembangkan bisnis Instagram.

Acton sebelumnya memutuskan untuk meninggalkan perusahaan yang didirikannya bersama Jan Koum pada September tahun lalu. Sementara rekannya, Koum memilih langkah serupa pada April lalu.

Sebelum hengkang Acton menghabiskan waktu delapan tahun untuk membesarkan WhatsApp bersama Koum. Facebook membeli WhatsApp pada tahun 2016 lalu senilai US$19 miliar. (evn)