Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi gempa, Selasa (2/10), warga korban gempa bumi Palu sempat mengambil ban-ban mobil yang dipajang di lobi pusat perbelanjaan Palu Grand, Palu, Sulawesi Tengah. Mobil-mobil ini sebelumnya menjadi barang pajangan salah satu dealer Mitsubishi.
Selain itu, para penjarah juga melucuti kaca spion samping kedua mobil mini bus ini dengan cara paksa. Pada kendaraan berwarna hitam, terlihat komponen mobil yang hilang lainnya berupa bumper dan grile. Kedua mobil tersebut kini ditinggal para penjarah dengan kondisi kaca pecah dan pintu terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya mereka mencari keluarganya yang hilang, dan mencari makanan dan minuman untuk bertahan hidup. Namun di saat itu warga mulai merusak toko dan mengambil barang-barang yang bukan kebutuhan pokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka jumlah 45 orang dari lima tempat kejadian perkara," kata Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/10).
Dia menyebut, sebanyak 28 dari 45 tersangka diduga pelaku penjarahan di Mal Tatura, kemudian tujuh tersangka lainnya melakukan penjarahan di ATM Center di Peubungo. Lalu satu tersangka penjarahan di gudang PT Adira Finance, serta tujuh tersangka pencurian di butik Anjungan Nusantara.
Lihat juga:Dolar AS Tembus Rp15 Ribu |
Menurut dia, seluruh tersangka penjarah di Palu akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. "Kasus dalam penanganan tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengh dan Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu," ujarnya.