Tuduhan ini dialamatkan kepada Rusia setelah Pusat Keamanan Siber Inggris (National Cyber Security Centre/ NCSC) melakukan identifikasi terhadap sejumlah serangan siber tingkat tinggi. Kantor Luar Negeri Inggris mengklaim sejumlah serangan siber, termasuk salah satunya penyebaran ransomware 'BadRabbit' pada 2017 hingga aksi peretasan terhadap Badan Anti-Doping Dunia di Swiss terkait dengan Moskow.
"Pola perilaku ini menunjukkan keinginan mereka untuk beroperasi tanpa memperhatikan hukum internasional atau norma-norma yang ditetapkan," ungkap Hunt dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hadapi Rusia, Inggris Perkuat Tentara Siber |
Hunt menyebut Inggris yakin bahwa GRU bertanggung jawab atas serangan siber yang terjadi pada 2017 hingga proses pemilihan presiden AS pada 2016 lalu. Pemerintah Inggris berkeras Rusia bertanggung jawab atas segala kericuhan yang terjadi di jagat internet.
Dari hasil identifikasi NCSC, upaya serangan siber yang dlakukan GRU disebut dengan cara memasukkan beragam entitas ke target serangan.
Tuduhan serupa sebelumnya juga diungkapkan oleh Departemen Kehakiman AS yang menuduh GRU melakukan beragam serangan siber di AS dan seluruh dunia. GRU disebut menarget beragam bidang, mulai dari partai politik hingga industri infrastruktur. (evn)