WhatsApp Klaim Sudah Tambal Celah Keamanan Saat 'Video Call'

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 02:38 WIB
WhatsApp Klaim Sudah Tambal Celah Keamanan Saat 'Video Call' Aplikasi pesan instan WhatsApp. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- WhatsApp memastikan pihaknya telah memperbaiki celah keamanan yang ditemukan 'menganga' pada fitur panggilan video. Celah tersebut memungkinkan peretas mengambil alih aplikasi WhatsApp dari pemiliknya ketika ada panggilan video masuk.

Perbaikan yang dilakukan menjawab temuan ZDNet dan The Register yang menemukan adanya kerentanan pada aplikasi WhatsApp. Celah keamanan yang dimaksud ditemui pada pengguna perangkat Android dan Apple pada akhir Agustus lalu.

Facebook memastikan pihaknya telah memperbaiki hal tersebut pada awal Oktober.


"Kami secara rutin bekerja sama dengan peneliti keamanan dari berbagai dunia untuk memastikan WhatsApp tetap aman dan dapat diandalkan. Kami segera merilis perbaikan versi terbaru WhatsApp untuk memperbaiki masalah ini," tulis perusahaan dalam keterangan resmi seperti dilaporkan Reuters.

Meski demikian, seorang karyawan WhatsApp yang terlibat dalam perbaikan celah keamanan ini mengatakan tidak ada bukti yang berpotensi membuat peretas bisa mengeksploitasi cacat tersebut.

Seorang peneliti Google Project Zero, Travis Ormandy yang menemukan celah tersebut mengatakan WhatsApp nampakn tak peduli dengan temuan tersebut. Celah keamanan yang disebutnya sebagai 'masalah besar' itu menurut Ormandy baru membuat WhatsApp tidak menyadari ada hal yang salah pada aplikasinya.

"Hanya dengan menjawab panggilan video yang masuk dari orang tak dikenal bisa membahayakan WhatsApp," tulis Ormandy dalam akun Twitter pribadinya.

Setelah ditempa skandal kebocoran data, belakangan Facebook tengah berupa menambal aspek keamanan dan privasi pengguna. Selain laporan celah keamanan pada aplikasi WhatsApp, baru-baru ini Facebook kembali ditempa kebocoran 50 juta data pengguna.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, kali ini kebocoran data justru ditengarai berasal dari salah satu fitur Facebook bernama 'view as'. Untuk mengantisipasi, Facebook memastikan fitur akan dinonaktifkan dan menyebut tak ada data atau informasi penggunya yang berpindah tangan. (evn)