Menurut Leader Bain & Cob Digital Practices APAC Florian Hoppe menyebut 77 persen pelaku bisnis di Asia Tenggara sudah menyadari bahwa masyarakat kelas menengah akan menjadi penggerak di bisnis mereka.
Akan tetapi di Indonesia baru 15 persen yang memiliki rencana matang untuk menjangkau masyarakat kelas menengah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Florian mengatakan pembayaran juga harus dipikirkan agar masyarakat memiliki banyak opsi untuk melakukan pembayaran.
Dalam kesempatan yang sama, Country Director Facebook Indonesia Sri Widowati berharap survei ini bisa menjadi insight (wawasan( agar pelaku bisnis mempersiapkan diri untuk menjangkau kelas menengah.
Pada tahun 2022, prediksi Nielsen mencatat jumlah masyarakat kelas menengah diprediksi menyentuh angka 180 juta orang atau hampir setengah dari total 350 juta orang kelas menengah di Asia Tenggara.
Survei ini merupakan kerja sama antara Facebook dan Bain & Co yang dilakukannya dari bulan April hingga Juni 2018. Hasil survei memakan waktu 2000 jam dengan 12 ribu responden di Asia Tenggara. 9 dari 21 kota yang diteliti berasal dari Indonesia (Jakarta, Bekasi, Palembang, Makassar, Malang, Medan, Surabaya, dan Bandung). (jnp/evn)