Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar menjelaskan pihaknya memiliki algoritme yang bisa membaca pola perilaku pelanggan. Algoritme tersebut akan membaca aktifitas mencurigakan jika terjadi berulang kali.
"Jadi kami memiliki sistem yang bisa membaca pola perilaku pelanggan. Algoritme terkait suspicious activity," paparnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, kecenderungan yang terjadi pengemudi lepas tangan dan membuat penumpang yang akhirnya membatalkan. Menanggapi permasalahan ini, Mediko mengungkapkan pelanggan bisa langsung mengirimkan hasil screen capture pembicaraan dengan pengemudi ke pihak Grab.
Dia pun menepis pelanggan akan langsung diblokir selamanya. Jika memang terbukti pelanggan yang melakukan kesalahan, misalnya sengaja membatalkan pesanan berkali-kali. Maka, pelanggan akan terkena suspensi akun selama 1 x 24 jam.
"Kadang bisa juga pesan dan batalkan dalam waktu dekat. Jika diindikasikan mau memainkan order maka akun pengguna bisa dikunci selama 24 jam," tambahnya.
Algoritme ini menurutnya diterapkan untuk membaca gerak-gerik order fiktif yang sempat marak terjadi. Jika akun terbukti pelaku order fiktif, maka bisa diblokir selamanya. Namun, itu pun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Apabila terkena suspensi, Grab tetap terbuka apabila konsumen mau mengajukan banding. Mediko mengakui penilaian konsumen ini atas masukan dari para pengemudi.
"Ada kejadian akhirnya diblokir. Konsumen bisa ajukan banding nanti ditinjau kenapa sering membatalkan," tutur Mediko. (age)