Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 20:54 WIB
Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda Kominfo menggandeng empat raksasa bisnis Teknologi Informasi untuk 40.000 pemuda untuk 2019. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng empat raksasa bisnis Teknologi Informasi untuk 20.000 pemuda untuk 2019.

Empat raksasa itu adalah Amazon, Cisco, Huawei, dan Microsoft.

Menkoinfo Rudiantara menuturkan hal itu terkait dengan program 'Indonesia Digital Talent to 20.000 in 2019'. Kriteria yang dibutuhkan adalah lulusan SMK, SMA, diploma dan sarjana.



Dia menuturkan pelatihan itu diproyeksikan untuk menyelesaikan masalah kekurangan SDM terutama di sektor ekonomi digital. Para pemuda itu bakal mendapatkan pendidikan selama 2 bulan dan mendapatkan sertifikat untuk siap ke dunia kerja.

Kementerian itu akan memulai dengan proyek percontohan sebanyak 1.000 pemuda pada November.

"Sampai saat ini yang mendaftar telah mencapai 43.000 siswa," kata Rudiantara dalam forum New Economy Talk: Maximizing Digitalization as Means to Improve Wealth and Income Distribution di Medan Room, BICC, Nusa Dua, Bali, Kami (11/10).

China dan India

Dia menuturkan Kominfo juga memberikan beasiswa dengan mengirimkan insan itu ke China dan India. Tujuan pendidikan itu, kata dia, untuk mencerdaskan masyarakat dan tengah menjajaki pola pendikan secara online-offline untuk menampung lebih banyak siswa.


Dia menuturkan pihaknya telah menggandeng Perancis untuk menyiapkan insan yang melek ekonomi digital. "Tak peduli usia asalkan lulus tes bisa ikut dalam pendidikan born to code," kata.

Tak hanya itu, Rudiantara juga menyampaikan dirinya sudah berbicara dengan pendiri Alibaba yakni Jack Ma agar mau mendirikan Jack Ma Institute di Indonesia.


Bila ini terealisasi, katanya, reputasi Indonesia akan naik di mata dunia internasional, terutama di sektor ekonomi digital.

Rudiantara meyakini SDM pelaku perusahaan rintisan bakal berkontribusi mendongkrak peningkatan ekonomi nasional dan menurunkan tingkat Rasio Gini. (asa/asa)