Tugas Hendropriyono Lobi-lobi Investor buat Esemka

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 16:17 WIB
Tugas Hendropriyono Lobi-lobi Investor buat Esemka Pabrik Esemka di Boyolali. (Dok. Claudea Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proyek Esemka merupakan warisan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Abdullah Makhmud Hendropriyono. Putra Hendropriyono, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menjelaskan ayahnya punya tugas berat mengembangkan Esemka.

Esemka kini dikendalikan oleh Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang dipimpin Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (2001-2004). Perusahaan yang dibentuk pada 2015 itu merupakan hasil kongsi antara perusahaan Hendropriyono, Adiperkasa Citra Lestari (ACL), dengan pemegang lisensi mobil Esemka, Solo Manufaktur Kreasi (SMK).

Peran Hendropriyono memegang Esemka diketahui sejak 2015 lalu atau satu tahun sejak Jokowi masuk ke Istana Negara. Pada saat itu citra Esemka kian tenggelam seiring karir Jokowi yang menanjak dari Walikota Solo (2005-2012), Gubernur DKI Jakarta (2012-2014), hingga Presiden ke-7 Indonesia (sejak 2014).



Menurut Diaz, ayahnya mengemban tugas mengembangkan Esemka. Hendropriyono juga dikatakan kini harus terjun langsung mencari investor agar Esemka bisa masuk tahap produksi sampai akhirnya digunakan konsumen di Indonesia.

"Tugas (Hendropriyono) membantu membuat Esemka, ya untuk mencari investor," kata Diaz saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan akhir pekan kemarin.

Diaz mengatakan untuk membuat Esemka tetap bergulir memerlukan biaya tidak sedikit. Apalagi, Esemka kini disebut sudah punya dua pabrik yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah dan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

"Saya tidak tau (berapa nilai investasi untuk Esemka). Yang jelas untuk Esemka pasti tidak murah," ucap Diaz yang saat ini menjabat sebagai Staf Presiden Bidang Sosial.

Diaz tidak mau menjelaskan siapa investor Esemka, namun disebut investor itu berasal dari Indonesia. Sampai saat ini ACEH dikatkana belum menjalin kerjasama dengan pihak asing.

Sebelum ACEH berdiri, Hendropriyono pernah mewakili ACL menandatangani nota kesepemahaman dengan produsen asal Malaysia, Proton, pada awal 2015. Tujuan kesepakatan ingin mengembangkan industri otomotif roda empat yang memanfaatkan kemampuan dua pihak tersebut, namun setahun kemudian diketahui batal terwujud.

Diaz yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menambahkan, dalam pengembangan Esemka, ACEH tetap melibatkan 'wajah lama' Esemka.

"Ya investor yang juga melibatkan orang-orang yang dahulu terlibat projek Esemka dari awal," kata Diaz. (ryh/fea)