Gates Sebut Tanpa Paul Allen, Microsoft Tak Akan Pernah Ada

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 07:02 WIB
Gates Sebut Tanpa Paul Allen, Microsoft Tak Akan Pernah Ada Bill Gates dan Paul Allen. (REUTERS/Anthony P. Bolante)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bill Gates mengenang sesama pendiri MicrosoftPaul Allen dengan mengunggah tulisan refleksi di blog pribadinya. Unggahan tulisan tersebut ditujukan untuk mengenang Allen.

Gates bahkan menyebut tanpa adanya Paul Allen, Microsoft tidak akan pernah ada.

"Sebenarnya, Microsoft tidak akan pernah terjadi tanpa Paul. Pada Desember 1974, dia dan saya sama-sama tinggal di daerah Boston. Dia menunjukkan komputer terbaru Altair 8800 dengan cipset terkuat. Paul menatap saya dan mengatakan 'ini terjadi tanpa kita', saat itulah saya mengakhiri kuliah dan menjadi awal dari perusahaan kami, Microsoft," kata Gates seperti yang dilansir dari The Verge.

Gates bercerita pertama kali bertemu dengan Allen saat kelas 1 SMP. Gates sangat kagum kepada Paul yang merupakan seniornya di sekolah tersebut.


"Saya bertemu Paul ketika saya di kelas 7, dan itu mengubah hidup saya. Saya langsung menjadikannya contoh. Dia dua tahun di atas saya di sekolah, sangat tinggi, dan terbukti jenius dengan komputer," tutur Gates.

Gates mengatakan Allen memiliki keahlian untuk menjelaskan suatu hal yang rumit dengan simpel. Gates mengakui dirinya sangat beruntung telah mengenal Allen sebelum seluruh dunia mengenalnya.

"Allen memiliki pikiran yang luas dan bakat khusus untuk menjelaskan subjek yang rumit dengan cara yang sederhana. Karena saya cukup beruntung untuk mengenalnya sejak usia muda," kata Gates.

Gates mengatakan Allen bisa meramal bahwa komputer bisa merubah dunia. Pada saat duduk di bangku SMA, Allen bisa memperkirakan bahwa cip komputer bisa menjadi sangat kuat dan suatu saat bisa bangkit menjadi sebuah industri baru.

"Pengetahuan itu menjadi landasan atas apa yang kita lakukan bersama-sama," tulis Gates.

Gates kemudian mengenang Allen sebagai seorang inovator teknologi yang brilian dan seorang filantropis yang selalu ingin meraih sesuatu yang besar.

"Ketika saya mengingat tentang Paul, saya ingat seorang pria yang bergairah yang memegang keluarga dan teman-temannya. Dia ingin mencapai hal-hal hebat, dan dia berhasil melakukannya. Paul layak mendapat lebih banyak waktu dalam hidup. Saya akan sangat merindukannya," kata Gates. (jnp/age)