Paul Allen di Mata Bill Gates, Mitra Sejati dan Teman Baik

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 10:03 WIB
Paul Allen di Mata Bill Gates, Mitra Sejati dan Teman Baik Pendiri Microsoft, Paul Allen (kanan) dan Bill Gates. (Foto: REUTERS/Anthony P. Bolante)
Jakarta, CNN Indonesia -- Miliarder Bill Gates mengenang rekan sesama pendiri Microsoft Paul Allen yang meninggal dunia pada Senin (15/10) di Seattle. Di mata Gates, Allen merupakan sosok fenomenal di jagat teknologi.

Tak bisa dipungkiri, Gates mengaku kehilangan saat mendengar kabar kepergian Allen setelah berjuang melawan kanker limfoma non-hodgkin yang dideritanya. Selain mengungkapkan kesedihannya, Gates mengenang saat-saat bersama Allen mengembangkan bidang yang disukai keduanya, komputer.

"Di hari-hari saat kami bersama di Lakeside School, melalui kemitraan dalam menciptakan Microsoft, hingga beberapa proyek filantropi selama bertahun-tahun, Paul adalah mitra sejati dan teman baik. Komputasi tidak akan ada tanpa dia," kenang Gates.


Suami Melinda Gates ini juga menyebut Allen sebagai sosok yang tidak puas dengan hanya merintis satu usaha di satu bidang saja. Selain menggeluti bidang yang disukainya, semasa hidupnya Allen juga dikenal sebagai filantropi, investor, dan pebisnis yang memiliki sejumlah klub olahraga.

"Jika memiliki potensi untuk melakukan hal baik, maka ia akan melakukkan. Ia merupakan tipe orang yang seperti itu," kenang Gates seperti dilansir Geekwire.

Meski sudah tutup usia, Gates mengakui jika sosok Allen akan terus dikenang lewat kontribusinya di dunia teknologi dan filantropi.

Allen dan Gates bertemu saat menjadi murid di Lakeside School, Seattle di tahun 1968. Meski usia keduanya terpaut dua tahun, namun tak menurunkan ketertarikan keduanya di bidang komputer.

Ayah Allen yang berprofesi sebagai pustakawan di University of Washington memberi kemudahan bai keduanya untuk menggunakan laboratorium sains dan komputer di sana. Keduanya menghabiskan waktu luang hingga mendapat surat teguran agar tidak menggunakan fasilitas tersebut pada 1971.

Kendati demikian, ketertarikan keduanya di ranah teknologi justru berhasil melahirkan perusahaan rintisan pertama bernama Traf-O-Data yang mengembangkan sistem komputer untuk menghitung arus jual beli.

Saat itu, Traf-O-Data sempat menyediakan data lalu lintas untuk pemerintah lokal secara gratis. Meski berakhir gagal, keduanya justru menjadikan inti bisnis mikroprosesor sebagai aspek penting pengembangan bisnis mereka kedepannya.

Berbekal kegagalan tersebut, keduanya kemudian mendirikan Microsoft pada 1975. Allen mencetuskan pemilihan nama Microsoft yang merupakan singkatan dari microcomputer dan software, perusahaan yang mengusung misi mengimplementasikan bahasa pemrograman untuk mikrokomputer.

Hanya saja, Allen memilih hengkang pada 1980-an sebelum perusahaan yang didirikannya menjadi raksasa teknologi dunia seperti saat ini.

Paul Gardner Allen lahir pada 21 Januari 1953 di Seattle dikabarkan meninggal dunia di usia ke-65 tahun. Allen dikabarkan tutup usia setelah berjuang melawan komplikasi kanker limfoma non-hodgkin. (evn)