Komunitas Otomotif

Indonesian BimmerFest 2018 Memadukan Tradisi Semarang

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 02:35 WIB
Indonesian BimmerFest 2018 Memadukan Tradisi Semarang Indonesian Bimmerfest 2018 akan digelar di Semarang pada 18 November 2018. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesian Bimmerfest (IBF) 2018 digelar di Pusat Rekreasi & Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang pada 18 November mendatang akan mengambil tema 'Redefining Culture'. Acara berskala internasional ini akan menggabungkan antara kebudayaan Semarang dengan identitas merek BMW yang didukung oleh BMW Indonesia.

BMW Car Clubs Indonesia (BMWCCI) Chapter Semarang selaku penyelenggara acara meyakini IBF 2018 akan menjadi salah satu daya tarik dari acara tahunan yang digagas oleh BMWCCI.

"BimmerFest tahun ini merupakan salah satu yang paling ikonik karena merupakan yang ke-10, dan melihat dari beberapa tahun yang lalu selalu diikuti penggemar BMW secara antusias," jelas Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania di Jakarta, Rabu (17/10).


Untuk menambah daya tarik, BMW juga akan menampilkan 'House of BMW' yang bertemakan 'Past, Present, and Future'. Selain menampilkan BMW klasik, 'rumah BMW' juga akan memamerkan model anyar seperti Seri-5 M Performance dan i8 Roadster yang akan menapakkan rodanya untuk pertama kali di Semarang.

Selain ajang kumpul penggemar mobil Eropa, BMW, IBF 2018 juga menyediakan bazar aksesori suku cadang dengan harga menarik, program khusus tukar tambah (trade-in), pameran dan lintasan uji BMW terbaru, serta workshop dan edukasi seputar perawatan BMW.

"Acara ini merupakan wadah ideal untuk mengombinasikan sejarah BMW, kebersamaan BMW dengan penggemar, dan untuk memberikan informasi seputar kendaraan dan layanan terbaru BMW," pungkas Jodie.

Bukan Sekadar Acara Kumpul-kumpul

Indonesian Bimmerfest 2018 juga didukung Pemerintah Kota Semarang. Ketua Panitia Penyelenggara BimmerFest, D. Ardhanto Danuswara menjelaskan niatnya untuk menghadirkan kearifan lokal Kota Semarang ke dalam acara ini.

"Kami ingin mengesampingkan image kalau acara mobil itu selalu hedon (glamor)," ucap Danu.

Salah satu acara yang akan menonjolkan sisi lokal dalam acara ini adalah bazar kuliner dan UMKM asli kota Atlas dengan menggandeng komunitas kuliner Semarang guna memuaskan para pengunjung. Selain menawarkan kuliner khas daerah, kebudayaan Semarang juga bakal diangkat lewat penampilan tari tradisional dan modern.

"Untung sekali kami sangat didukung oleh pihak Pemkot yang akan menyediakan itu semua," tutupnya. (gfs/mik)