10 Tuntutan Demo Ojek dan Taksi 'Online' Grab Hari ini

CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 13:26 WIB
10 Tuntutan Demo Ojek dan Taksi 'Online' Grab Hari ini Ilustrasi Grab Indonesia. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pekerja ojek dan taksi online mendesak Grab Indonesia memperbaiki sistem operasi mereka. Dari keterangan pihak Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) dan Asosiasi Driver Online (ADO) total ada 10 tuntutan yang sudah disiapkan untuk disampaikan saat unjuk rasa.

Anggota Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono menjelaskan pihaknya punya tiga tuntutan. Pertama, tarif minimal Rp3 ribu per km.

Menurut Igun sampai saat ini hanya Grab yang tidak mau sepakat atas permintaan tersebut. Sedangkan Gojek Indonesia dikatakan mau menerima bila Grab juga demikian.


Kedua adalah perjanjian kemitraan yang adil dan ketiga Grab harus menghilangkan suspensi atau putus mitra sepihak tanpa ada alasan jelas.

"Jadi tuntutan untuk ojek masih sama seperti sebelumnya," kata Igun saat dihubungi, Senin (29/10).

Sedangkan Anggota Asosiasi Driver Online (ADO) Reffy mengungkap pihaknya memiliki tujuh tuntutan.

Ketujuh tuntutan itu adalah tarif dan skema poin yang manusiawi, stop pemotongan pajak ilegal, stop penerimaan mitra pengemudi baru, dan meminta perlindungan maksimal bagi mitra dalam hal ini pengemudi.

Selain itu mereka juga menginginkan sistem 'open suspend' bagi mitra driver online individu, stop monopoli dan diskriminasi order prioritas, serta menginginkan bisnis transportasi online yang lebih adil dan profesional.

Unjuk Rasa

Sekitar 5.000 pekerja ojek dan taksi online bakal unjuk rasa pada hari ini (29/10). Mereka akan menyuarakan kesepuluh tuntutan mereka di depan kantor Grab Indonesia di bilangan Rasuna Said, Jakarta.

Igun menjelaskan para pengunjuk rasa yang beraksi berasal dari kalangan pengemudi asal Jakarta dan sekitarnya serta Bandung.

"Jadi untuk ojek online kami akan mulai masuk ke Kuningan (kantor Grab) sekitar pukul 13.00 WIB. Kalau taksi online sudah mulai masuk dululuan. Demo akan seru karena gabungan yang ingin menuntut keadilan kemitraan pada Grab," kata Igun.

Tanggapan Grab Indonesia

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan tanggapannya atas tuntutan para mitra. Menurut Ridzki perusahaan tidak akan menoleransi dan melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan pemutusan hubungan kemitraan (blacklist) yang telah diberlakukan kepada mitra pengemudi yang terbukti melakukan tindakan kriminal dan melanggar kode etik Grab.

"Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk keberpihakan kami terhadap seluruh pelanggan setia serta ribuan mitra pengemudi Grab yang bekerja secara jujur yang dirugikan karena tindak kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok mitra pengemudi ini. Teknologi kami memungkinkan para pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang baik, dengan lebih efisien tanpa harus menggunakan cara-cara curang," kata Ridzki.

Dia juga mengemukakan mitra pengemudi yang saat ini menuntut open suspend tanpa syarat tersebut sebagian besar telah mendapatkan amnesti atas tindak kecurangan serupa sebanyak 2 kali sejak 2017.

"Namun sangat disayangkan kesempatan tersebut kembali disia-siakan oleh mereka dengan melakukan kembali tindak kecurangan serupa," kata Ridzki. 
(ryh/fea)