Grab dan Mitra Saling Tuding soal Provokator Demo

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 14:35 WIB
Grab dan Mitra Saling Tuding soal Provokator Demo Aksi mitra Grab. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demonstrasi pengemudi Grab di Kawasan Kuningan, Jakata Selatan, sempat mengalami kericuhan dengan adanya aksi dorong dan baku hantam. Anggota Presidium Gabungan AksiRoda Dua (Garda) Igun Wicaksono menjelaskan bentrok antara pedemo dan polisi terjadi karena akumulasi emosi yang tuntutannya tidak dipenuhi oleh Grab.

"Bentrokan yang terjadi kemarin akibat dari provokasi pihak grab selama ini, yang selalu menyebut para pendemo itu bukan mitra nya, atau sebagian kecil mitra," kata Igun kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/10).

Igun kemudian menjelaskan bentrok bisa dihindari apabila manajemen Grab bersedia untuk berkomunikasi dengan para pendemo. Hingga malam, Igun mengatakan tidak ada pihak Grab yang berkomunikasi dengan pedemo.



"Sebenarnya bisa dihindari kalau manajemen Grab bersedia berkomunikasi, khususnya Ridzki bisa menerima langsung para peserta aksi," kata Igun.

Igun mengatakan sempat ada tindakan provokasi dari oknum pengemudi Grab terhadap pedemo yang sedang menginap di belakang Gedung KPK.

"Semalam ada provokasi dari kelompok roda dua Grab pita kuning, sempat merusak dua unit mobil lalu mengancam akan menyerang peserta aksi yang sedang istirahat di belakang gedung KPK. Akhirnya yang di KPK bergeser di Istiqlal agar lebih aman," tutur Igun.

Terkait dengan hal itu, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyesali terjadinya tindakan anarkis yang dilakukan oleh pendemo.

"Segenap manajemen Grab menyesali terjadinya tindakan aksi anarkis dan perusakan yang dilakukan sekelompok mitra pengemudi yang melakukan aksi protes di depan kantor Grab Indonesia, Jakarta," ujar Ridzki dalam keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com, Senin.

Ridzki mengatakan Grab berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk  membubarkan kelompok tersebut. Ridzki menjelaskan demonstrasi kemarin menuntut adanya open suspend bagi para mitra pengemudi. Namun, para pengemudi ini diduga melakukan tindakan kriminal dan melanggar kode Etik Grab.

"Keputusan kami sudah tepat untuk tidak membiarkan mereka berada di platform Grab. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap pelanggan dan mitra pengemudi yang bekerja jujur," kata Ridzki.

Ridzki mengatakan kecurangan para mitra tentu merugikan mitra yang bekerja secara jujur. Ia menyebut Grab tidak menolerir segala bentuk kejahatan dan kecurangan mitra pengemudi.

"Keselamatan dan keamanan para pengguna adalah prioritas utama Grab dimana segala bentuk kekerasan dan tindak kejahatan tidak akan ditoleransi," ujar Ridzki.

Ridzki menyebut pihaknya terus bekerja sama dan mendukung polisi untuk menindak tegas mitra pengemudi yang terlibat dalam kejahatan. (jnp/age)