Menperin Airlangga Enggan Bicara Esemka

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 08:00 WIB
Menperin Airlangga Enggan Bicara Esemka Pikap yang diparkir di pabrik Esemka di Boyolali. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto enggan bicara banyak saat ditanya wartawan soal kelanjutan Esemka di Indonesia. Dia seolah tidak mengatahui perkembangan Esemka yang pernah dekat dengan Joko Widodo saat menjabat Walikota Solo.

Menurut Airlangga belum ada hal baru yang bisa disampaikan mengenai Esemka darinya.

"Kami belum diundang, kalau sudah dapat undangan baru deh," ucap Airlangga sembari meninggalkan wartawan di Jakarta Covention Center, Jakarta, usai menghadiri pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018, Rabu (31/10).


Tidak jauh dari Airlangga, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika juga memilih tidak mengatakan apapun terkait Esemka.

"Sudah-sudah, tadikan sama Pak Menteri," ucap Putu.

Akhir-akhir ini Esemka memang kembali menjadi bahan perbincangan. Informasi terakhir yang diperoleh bahwa mobil Esemka sudah siap masuk ke tahapan produksi masal.

Diaz Faisal Malik Hendropriyono, anak bos Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), yaitu AM Hendropriyono, mengatakan produk perdana Esemka sebentar lagi bakal dirilis. Esemka dikatakan bakal melahirkan Sport Utility Vehicle (SUV) harga Rp200 juta-an.

Kata Diaz, SUV yang dimaksud kemungkinan besar Garuda 1, mobil berlogo Esemka yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

SUV tersebut punya kesempatan besar untuk produksi massal lantaran bermesin diesel dan tidak perlu ikut aturan wajib Euro 4 yang sudah berlaku untuk mesin bensin.

Selain Garuda 1, Esemka juga punya produk lain, yaitu Bima 1.3 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T. Produk-produk ini dikatakan sudah lulus uji tipe Euro 2, namun belum Euro 4.

"Launching mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat. Mungkin dalam beberapa bulan ini. Itu kebanggan kita kalau berhasil, perlu ada mekanisme untuk memproteksi produk lokal," ujar Diaz yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Sosial beberapa waktu lalu. (ryh/fea)