Beberapa waktu lalu, Tokopedia mengalami dugaan penipuan internal dengan diskon kilat-barang yang dijual dibeli oleh pegawai perusahaan itu sendiri.
Piscini mengakui Lazada memberikan syarat bahwa calon pegawai di Lazada untuk tidak menggunakan BOT ataupun menjadi reseller. Namun, mereka masih diperbolehkan untuk melakukan transaksi lain. Hal tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam surat kontrak pegawai.
Lihat juga:Jack Ma Institute Bakal Dimulai 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pegawai di Lazada itu tidak boleh jualan. Jauh lebih ketat, jadi tidak akan ada masalah internal seperti itu. Kami bangga dari dulu untuk tumbuh di Asia Tenggara bahwa kami e-commerce yang tidak pernah ambil jalan pintas," kata Piscini.
"Kami dibantu oleh Alibaba, ada Chief Risk Officer yang menangani dan ada tim teknologi kita yang bawa ilmu dari Alibaba untuk mencegah kecurangan," kata Piscini.
Kendati demikian Piscini mengakui memang solusi ini tidak selalu efektif 100 persen bisa menangkal. Pasti masih saja ada lubang-lubang kecil yang dimanfaatkan oleh penjahat.
"Sayangnya, solusi ini tidak selalu efektif 100 persen. Setiap solusi memang berlubang, masih ada yang lolos. Tapi sudah sangat minimal," ujar Piscini. (jnp/age)