Lazada Klaim Pesta Diskon 11.11 Bebas Penipuan Internal

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 09:50 WIB
Lazada Klaim Pesta Diskon 11.11 Bebas Penipuan Internal Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lazada mengklaim pesta diskon 11.11 akan bebas dari penipuan internal seperti yang terjadi sebelumnya di Tokopedia. CEO Lazada Alessandro Piscini mengatakan para pegawai Lazada tidak akan ikut atau terlibat dalam pesta diskon 11.11.

Beberapa waktu lalu, Tokopedia mengalami dugaan penipuan internal dengan diskon kilat-barang yang dijual dibeli oleh pegawai perusahaan itu sendiri.

Piscini mengakui Lazada memberikan syarat bahwa calon pegawai di Lazada untuk tidak menggunakan BOT ataupun menjadi reseller. Namun, mereka masih diperbolehkan untuk melakukan transaksi lain. Hal tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam surat kontrak pegawai.
"Sudah sangat jelas di awal kontrak, kalau macam-macam itu sanksi menanti. Tidak ada yang berani di Lazada," ujar Piscini di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).


Piscini mengatakan budaya kerja di Lazada yang mengharamkan "jalan pintas" selalu dipenetrasi ke mindset pengguna. Oleh karena itu, para pegawai juga enggan untuk berbuat kecurangan perusahaan.

"Pegawai di Lazada itu tidak boleh jualan. Jauh lebih ketat, jadi tidak akan ada masalah internal seperti itu. Kami bangga dari dulu untuk tumbuh di Asia Tenggara bahwa kami e-commerce yang tidak pernah ambil jalan pintas," kata Piscini.
Piscini juga mengatakan perusahaan induk Lazada, yakni Alibaba juga ikut membantu keamanan saat pesta diskon. Alibaba mengirimkan tim dan Chief Risk Officer untuk membantu Lazada dalam perhelatan akbar ini.

Tim dari Alibaba ini bertugas untuk mengamankan pesta diskon dari keberadaan bot hingga risiko keamanan data.

"Kami dibantu oleh Alibaba, ada Chief Risk Officer yang menangani dan ada tim teknologi kita yang bawa ilmu dari Alibaba untuk mencegah kecurangan," kata Piscini.

Kendati demikian Piscini mengakui memang solusi ini tidak selalu efektif 100 persen bisa menangkal. Pasti masih saja ada lubang-lubang kecil yang dimanfaatkan oleh penjahat.

"Sayangnya, solusi ini tidak selalu efektif 100 persen. Setiap solusi memang berlubang, masih ada yang lolos. Tapi sudah sangat minimal," ujar Piscini. (jnp/age)