China Disebut Akan Kesulitan Bangun Industri Semikonduktor

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 15:25 WIB
China Disebut Akan Kesulitan Bangun Industri Semikonduktor Ilustrasi (REUTERS/Pichi Chuang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat menilai ambisi pemerintah China untuk membangun industri semikonduktor lokal akan sulit dilakukan. Saat ini pemerintah China tengah membangun pabrik untuk bisa membuat semikonduktor mereka sendiri setelah pemerintah Amerika Serikat melakukan pelarangan impor software dan hardware ke China.

"Anda tidak bisa membangun fab (pabrik fabrikasi) tanpa perusahaan perlengkapan dari AS. Anda akan kesulitan," jelas Risto Puhakka, ahli industri semikonduktor di VLSI Reasearch, seperti dikutip Reuters, Senin (5/11). 

Sebab, perusahaan pemasok peralatan untuk membuat cip memori paling penting di dunia berada di AS, seperti Applied Materials Inc, KLA-Tencor Corp, dan Lam Research Corp. Selama ini China memang ketergantungan impor cip dari negara Paman Sam itu.


Nilai impor semikonduktor China pada 2017 pun tak kecil, US$270 miliar (Rp4 triliun). Angka ini jauh lebih besar dari total impor minyak mentah dan menunjukkan kurang kompetitifnya pembuat cip lokal di China ketimbang perusahaan raksasa AS seperti Micron, Intel, atau Qualcomm.

Untuk mengurangi kesenjangan, analis menyebut bahwa awal tahun ini mereka akan mengguyur perusahaan perusahaan seperti Fujian Jinhua dengan sokongan dana untuk pengembangan cip di negeri itu.

Perusahaan China itu telah membuka pabrik cip senilai US$5,7 miliar Oktober lalu. Pabrik ini ditargetkan untuk memproduksi 60.000 wafer semikonduktor per bulan pada produksi tahap pertamanya. Pada tahap kedua, pabrik itu akan memproduksi dua kali lipat di angka 120.000 wafer seperti disebutkan media lokal.

Selain Fujian, perusahaan-perusahaan semikonduktor lain di China tengah mencoba berkompetisi dengan industri cip global. Mereka mencoba membuat cip yang bisa digunakan pada ponsel dan sistem untuk mengarahkan misil.

Dua pejabat pemerintah yang menggelontorkan dana untuk Fujian menyebut bahwa perusahaan itu tengah mengerjakan meterial khusus untuk membuat sirkuit, yang menjadi prioritas pendanaan cip di negara itu.

"Anda dapat mempertimbangkan Fujian Jinhua sebagai tiga besar perusahaan cip di China dalam hal penelitian dan pengembangan, " seperti disebutkan salah seorang pejabat. Keduanya diminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak memiliki wewenang untuk membicarakan hal ini ke publik.

Fujian adalah perusahaan yang didirikan pada 2016 dan fokus untuk membuat memori DRAM (dynamic random access memory). Ini adalah cip yang biasa digunakan pada PC, workstation, dan server. Sektor ini telah lama dikuasai oleh perusahaan-perusahaan AS Micron dan Korea Selatan SK Hynix dan Samsung. (eks/eks)