'Bangkit dari Kubur', Vine Usung Nama Baru

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 08:42 WIB
'Bangkit dari Kubur', Vine Usung Nama Baru Pendiri Vine memastikan layanannya akan dihidupkan kembali dengan nama baru. (Foto: Dok. Vine via Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri Vine, Dom Hofmann memastikan layanan video singkat besutannya akan dihidupkan kembali. Hofmann mengatakan layanannya itu nanti akan berganti nama menjadi Byte.

Hofmann mengatakan layanan 'reinkarnasi' Vine itu nantinya akan diluncurkan sekitar Maret hingga Mei 2019.

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Hofmann mengumumkan bahwa Byte nantinya juga tersedia dalam versi desktop. Ia juga sekaligus mengungkap akun resmi Twitter dan Instagram Byte.




Hofmann belum membagikan informasi lebih jauh soal Byte. Pengembangan Byte sebelumnya hanya dikenal dengan nama proyek v2 yang dikembangkan secara transparan dan disebut didedikasikan bagi pengguna selama enam bulan sejak November tahun lalu.

Kendati demikian, ia sempat menunda kemunculan proyek v2 yang sejatinya diungkap pada Mei tahun ini. Masalah pendanaan dan logistik disebut jadi kendalanya dan alasan di balik penundaan tersebut.

Vine merupakan layanan video singkat berdurasi enam detik yang didriikan pada Juni 2012. Sebelum dirilis secara resmi, Twitter mengakuisisi Vine pada Oktober 2012.

Vine sempat menjadi layanan populer di kalangan pembuat video singkat. Meski akhirnya banyak yang kemudian beralih menggunakan Instagram, Twitch, hingga YouTube.

Sempat diluncurkan secara resmi pada Januari 2013, Twitter justru mematikan Vine pada pertengahan Oktober 2016. (evn/evn)