Perubahan aturan ini sekaligus merespons protes yang sempat dilayangkan karyawan Google yang meminta perusahaan berhenti meminta karyawan menempuh jalur arbitrase untuk kasus pelecehan seksual yang menuai protes dan pemogokan massal karyawan.
Meski tak lagi mewajibkan, CNN melaporkan Facebook mengubah aturan mengenai arbitrase sebagai pilihan bagi karyawan untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual. Isu ini ditanggapi serius dan menjadi fokus perusahaan teknologi, termasuk Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Facebook Luncurkan Lasso, Pesaing TikTok |
Facebook kini mensyarakatkan karyawan di level direktur ke atas untuk mengungkap hubungan dengan sesama karyawan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengakomodir permintaan karyawan terlepas dari adanya laporan dari sesama karyawan atau dari departemen sumber daya manusia (HRD).
Uber dan Lyft sebelumnya sempat diterpa masalah pelecehan seksual yang dilaporkan oleh penumpang. Perusahaan kemudian merespons dengan mengubah aturan bagi pengemudi, penumpang, dan karyawan.
Meski dianggap tidak lazim dalam sebuah bisnis, namun kebijakan arbitrase belakangan terpaksa ditempuh sebagai upaya peningkatan pengawasan. Kebijakan tersebut mendorong karyawan untuk menyelesaikan permasalahan menggunakan seorang penengah. Kendati demikian, karyawa memiliki hak untuk melakukan gugatan class action jika merasa keberatan dengan keputusan arbitrase. (jef/evn)