IoT Disebut Bakal Sumbang 10 Persen Bisnis Telekomunikasi

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 07:07 WIB
IoT Disebut Bakal Sumbang 10 Persen Bisnis Telekomunikasi Ilustrasi Internet of Things (IoT). (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden direktur XL Axiata Dian Siswarini memperkirakan bisnis di bidang teknologi Internet of Things (IoT) akan besar pada dua hingga tiga tahun ke depan. Ia juga memprediksi bisnis IoT bisa berkontribusi 10 persen bagi bisnis telekomunikasi dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

"Kalau sekarang masih kecil sekali. Tetapi pada 3-5 tahun ke depan ya mungkin bisa 10 persen," ujar Dian saat ditanyai CNNIndonesia.com usai peresmian X-Camp, Laboratorium IoT XL Axiata, Selasa (13/11), di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan.

Hanya saja, ia enggan mengomentari besaran investasi yang dirogoh perusahaan untuk mempersiapkan diri menyambung perkembangan IoT. X-Camp yang diinisiasi XL disebut bakal menjadi pusat pengembangan IoT sebagai buah kolaborasi berbagai pihak.


"Kita nggak bisa ungkap karena lab ini merupakan kerja sama dari 36 pihak. Jadi ada yang kita dukung untuk mesinnya, properti lain, pikiran ada yang menghubungkan dengan universitas, jadi istilahnya kayak rembukan," terangnya.

Dian kemudian menjelaskan bahwa laboratorium ini memiliki teknologi berstandar narrowband (NB) IoT yang merupakan standar jaringan seluler 2G, 3G, dan 4G yang diperuntukkan untuk IoT, mesin, dan sensor.

Ia mengklaim laboratorium ini memiliki ekosistem lengkap sehingga berbeda dengan lab lain yang ada di Asia Tenggara sehingga mengantongi sertifikasi GSMA Lab Alliance, inisiatif AS untuk memajukan layanan dan perangkat terkoneksi dari operator seluler.

Misalnya, sebuah startup ingin membuat solusi atau alat untuk suatu masalah, maka dia akan mendapatkan fasilitas mulai dari alat untuk pengembangan, coaching, kompetisi, hingga bertemu dengan investor. Dengan begitu, laboratorium ini disebut bisa digunakan developer dan komunitas yang bekerja sama dengan XL untuk menggunakan ruangan dan fasilitas yang disediakan.

"Seperti yang dikatakan dari GSMA Alliance, ekosistem yang terlibat itu sangat komplit jadi kalau ada kebutuhan itu bisa kita penuhi dengan lebih lengkap," ungkapnya. (kst/evn)