Pilot Lion Air Tak Punya Panduan Saat Kecelakaan Terjadi

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 08:38 WIB
Pilot Lion Air Tak Punya Panduan Saat Kecelakaan Terjadi Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai tidak adanya instruksi manual saat terjadi anomali AOA di pesawat Lion Air PK-LQP menjadi penyebab pilot kesulitan mengendalikan pesawat sehingga terjadi kecelakaan.

Kecelakaan ini disinyalir terjadi karena kesalahan data sensor aliran udara (angle-of-attack [AOA] indicator system). Namun, saat itu Boeing belum memberikan manual bagaimana mengatasi situasi darurat ketika hal ini terjadi.

"Sudah saya jelaskan bahwa flight crew operation manual yang ada (saat) itu belum mencakup bagaimana menangani kondisi pesawat seperti yang terjadi (ketika kecelakaan)," ujar Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat kemarin (12/11).


Dilansir dari Reuters, dua pilot asal Amerika Serikat juga tidak mengetahui adanya potensi resiko kecelakaan akibat kesalahan sistem AOA itu. Juru Bicara Allied Pilots Association (APA) Dennis Tajer mengatakan pihaknya diberi informasi terkait anomali sistem AOA yang baru dipasang Boeing pada 737 MAX setelah kecelakaan terjadi.

Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat mengatakan Boeing diharapkan harus mengumumkan pembaruan software untuk mengurangi resiko kecelakaan.

"Ini adalah informasi yang tidak kami sertakan dalam pelatihan atau di manual atau bahan lain," ujar Tajer.

Soerjanto mengatakan Kementerian Perhubungan akan mengadakan latihan tambahan terkait penggunaan sistem dalam penerbangan berdasarkan revisi panduan Boeing. Menurut Soerjanto, sebelumnya Boeing tidak memprediksi kecelakaan akibat kesalahan AOA.

"Jadi memang belum pernah terpikirkan oleh Boeing bahwa masalah seperti ini akan muncul. Maka diperlukan tambahan manual jika terjadi kondisi seperti ini. Sehingga tidak terjadi kecelakaan," kata Soerjanto.

AOA adalah instrumen penting dari data yang dibutuhkan untuk membantu pesawat terbang di sudut yang tepat dalam kondisi aliran udara tertentu. Kesalahan software atau kesalahan sistem yang mengukur berapa tinggi hidung pesawat harus diarahkan.

Saat ini, investigasi fokus untuk melebarkan kejelasan prosedur yang telah disahkan oleh Amerika Serikat untuk membantu pilot mencegah pesawat 737 Max mengeluarkan reaksi berlebihan ketika data AOA itu hilang. Mereka juga tengah mencoba melatih para pilot untuk menghadapi situasi demikian.

Sebelumnya, Boeing baru menerbitkan panduan khusus bagi para pilot yang menerbangkan 737 Max setelah terjadinya kecelakaan maut pesawat B737 Max 8 dioperasikan maskapai Indonesia, Lion Air JT-610.

Isi panduan itu adalah soal panduan membaca sensor posisi pesawat terhadap aliran udara saat terbang (angle of attack/AOA).

Sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (7/11), panduan itu diterbitkan setelah penyelidikan awal dari KNKT menyatakan pesawat nahas yang jatuh dan menewaskan 189 penumpangnya itu mengalami kendala pada sensor AOA. (jnp/eks)