Layanan Google Sempat Terganggu 2 Jam

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 19:46 WIB
Layanan Google Sempat Terganggu 2 Jam Ilustrasi (REUTERS/Jeenah Moon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan pencarian dan cloud-hosting Google sempat tak bisa diakses selama hampir dua jam, Senin lalu, (12/11). Google telah mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh pihak luar. Diperkirakan gangguan ini akibat adanya pengalihan internet melalui Rusia dan China.

Google mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan masalah pada pukul 14.35 (Waktu Standar Pasifik), pada hari yang sama. Saat ini layanannya sudah dapat beroperasi seperti yang diharapkan. Meski percaya masalah ini disebabkan masalah eksternal, tapi Google menyebut mereka tetap akan melakukan penyelidikan internal, seperti dikutip The Wall Street Journal.

Firma riset internet ThousandEye mengatakan bahwa sebuah instruksi routing telah mengalihkan beberapa lalu lintas yang ditujukan ke alamat Google. Lalu lintas itu lantas dialihkan ke operator jaringan Rusia TransTelekom, China Telecom Corp dan penyedia di Nigeria MainOne.


Routing merupakan sebuah proses suatu item agar dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya.

Eksekutif ThousandEyes Alex Henthorn Iwane mengatakan bahwa perusahaannya menilai insiden kemarin merupakan hal terburuk yang pernah dialami Google.

Alex juga mengatakan bahwa mereka mencurigai adanya keterlibatan negara-negara lain, karena lalu lintas secara tepat mendarat di China Telecom yang dikelola oleh pemerintah. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh US Naval War Collage dan sarjana Tel Aviv University mengatakan bahwa China secara sistematis melakukan pembajakan dan mengalihkan lalu lintas internet Amerika Serikat.

Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa perusahaan tidak memiliki alasan untuk menganggap insiden tersebut berbahaya. Ia menambahkan bahwa seluruh lalu lintas Google telah dienkripsi dan tidak akan menghadapi risiko besar dalam insiden tersebut.

Menurut pakar jaringan, kegagalan seperti yang dialami Google merupakan sebuah kesalahan teknis. Hal tersebut bisa terjadi karena terjadinya kegagalan dalam membentuk sistem atau bisa juga sebagai upaya mewakili kejahatan dengan mencegat data.

Peneliti keamanan juga menilai bahwa peretas dapat mengubah peta jaringan yang tersimpan pada perangkat atau router internet inti melalui sistem yang dikenal sebagai protokol gerbang perbatasan atau Border Gateway Protocol (BGP).

Ia mengatakan bahwa peretas dapat menggunakan kecacatan BGP yang merubah arah data tersebut untuk mencuri informasi dan melihat lalu lintas di dalam dunia maya tersebut.

Selain itu, dalam dua kasus sejenis yang terjadi baru-baru ini dikatakan telah mempengaruhi situs keuangan, seperti Mastercard dan Visa yang telah terpengaruh dengan situs lain pada April 2017, dan pada April lalu juga pernah terjadi pencurian serta pemblokiran pada cryptocurrency, seperti dilansir The Indian Express. (jef/eks)