Google mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan masalah pada pukul 14.35 (Waktu Standar Pasifik), pada hari yang sama. Saat ini layanannya sudah dapat beroperasi seperti yang diharapkan. Meski percaya masalah ini disebabkan masalah eksternal, tapi Google menyebut mereka tetap akan melakukan penyelidikan internal, seperti dikutip The Wall Street Journal.
Firma riset internet ThousandEye mengatakan bahwa sebuah instruksi routing telah mengalihkan beberapa lalu lintas yang ditujukan ke alamat Google. Lalu lintas itu lantas dialihkan ke operator jaringan Rusia TransTelekom, China Telecom Corp dan penyedia di Nigeria MainOne.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:China Blokir Ribuan Akun Media Sosial |
Eksekutif ThousandEyes Alex Henthorn Iwane mengatakan bahwa perusahaannya menilai insiden kemarin merupakan hal terburuk yang pernah dialami Google.
Lihat juga:Dark Mode di Android Bikin Hemat Baterai |
Menurut pakar jaringan, kegagalan seperti yang dialami Google merupakan sebuah kesalahan teknis. Hal tersebut bisa terjadi karena terjadinya kegagalan dalam membentuk sistem atau bisa juga sebagai upaya mewakili kejahatan dengan mencegat data.
Ia mengatakan bahwa peretas dapat menggunakan kecacatan BGP yang merubah arah data tersebut untuk mencuri informasi dan melihat lalu lintas di dalam dunia maya tersebut.
Selain itu, dalam dua kasus sejenis yang terjadi baru-baru ini dikatakan telah mempengaruhi situs keuangan, seperti Mastercard dan Visa yang telah terpengaruh dengan situs lain pada April 2017, dan pada April lalu juga pernah terjadi pencurian serta pemblokiran pada cryptocurrency, seperti dilansir The Indian Express. (jef/eks)