Facebook Dianggap Tak Dapat Regulasi Dirinya Sendiri

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 16:23 WIB
Facebook Dianggap Tak Dapat Regulasi Dirinya Sendiri Ilustrasi (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan legislatif di Amerika Serikat menganggap jejaring sosial Facebook tidak dapat dipercaya untuk membuat regulasi untuk perusahaan itu sendiri. Untuk itu, menurut Perwakilan Partai Demokrat Amerika Serikat David Ciciline, Kongres harus mengambil tindakan untuk membuat peraturan terhadap jejaring sosial ini.

Ciciline menganggap bahwa regulasi yang dibuat oleh para direksi Facebook hanya mengedepankan keuntungan perusahaan ketimbang kepentingan pelanggan mereka.

Dilansir dari Reuters, pada Januari 2019, Ciciline mengatakan Kongres akan mulai bekerja untuk menetapkan undang-undang baru yang akan mengatur Facebook. Namun, Facebook masih belum memberikan komentar saat dikonfirmasi mengenai hal ini.


"Januari depan, Kongres harus mulai bekerja memberlakukan undang-undang baru untuk memegang kekuatan ekonomi terkonsentrasi ke rekening, mengatasi pengaruh merusak dari uang perusahaan dalam demokrasi kita, dan mengembalikan hak-hak orang Amerika," kata Cicilline yang kemungkinan akan menjadi ketua panel antitrust di Kongres Amerika Serikat.

Inisiatif lain memang telah meningkatkan transparansi tentang administrator halaman dan pembeli iklan di Facebook. Akan tetapi, beberapa kritikus, pengguna dan pembuat peraturan berpendapat bahwa sistem dan proses yang didukung Facebook rentan terhadap kesalahan.

Oleh karena itu mereka mengatakan hanya undang-undang yang akan memberikan hasil yang lebih baik.

"Kami sudah tahu selama beberapa waktu bahwa Facebook memilih untuk menutup mata terhadap penyebaran pidato kebencian dan propaganda Rusia di platformnya," kata Cicilline.

Ciciline mengutip laporan New York Times. New York Times mengatakan Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg dan Chief Operating Officer Sheryl Sandberg mengabaikan tanda-tanda peringatan yang menunjukkan Facebook dapat dieksploitasi untuk mengganggu pemilihan umum.

Facebook juga dapat dieksploitasi untuk menyiarkan propaganda viral, dan menginspirasi kampanye kebencian yang mematikan seluruh dunia. Ketika tanda-tanda ini muncul, Facebook berusaha menyembunyikan tanda-tanda ini dari publik.

"Sekarang kita tahu bahwa begitu mereka tahu yang sebenarnya, para eksekutif top Facebook melakukan segala yang mereka bisa untuk menyembunyikannya dari publik dengan menggunakan pedoman untuk menekan oposisi dan menyebarkan teori konspirasi," katanya.

Laporan ini cukup mengejutkan karena Zuckerberg pada tahun lalu mengatakan Facebook akan menempatkan komunitas sebelum laba. Zuckerberg juga telah menggandakan stafnya untuk fokus ke keamanan data.

Facebook juga telah meningkatkan pengembangan perangkat otomatis untuk menangkap propaganda dan konten atau materi yang melanggar kebijakan Facebook.

"Laporan mengejutkan ini memperjelas bahwa para eksekutif Facebook akan selalu menempatkan keuntungan besar mereka di atas kepentingan pelanggan mereka. Sudah lama waktu bagi kita (Kongres) untuk mengambil tindakan," kata Ciciline. (jnp/eks)