Ciciline menganggap bahwa regulasi yang dibuat oleh para direksi Facebook hanya mengedepankan keuntungan perusahaan ketimbang kepentingan pelanggan mereka.
Dilansir dari Reuters, pada Januari 2019, Ciciline mengatakan Kongres akan mulai bekerja untuk menetapkan undang-undang baru yang akan mengatur Facebook. Namun, Facebook masih belum memberikan komentar saat dikonfirmasi mengenai hal ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inisiatif lain memang telah meningkatkan transparansi tentang administrator halaman dan pembeli iklan di Facebook. Akan tetapi, beberapa kritikus, pengguna dan pembuat peraturan berpendapat bahwa sistem dan proses yang didukung Facebook rentan terhadap kesalahan.
"Kami sudah tahu selama beberapa waktu bahwa Facebook memilih untuk menutup mata terhadap penyebaran pidato kebencian dan propaganda Rusia di platformnya," kata Cicilline.
Facebook juga dapat dieksploitasi untuk menyiarkan propaganda viral, dan menginspirasi kampanye kebencian yang mematikan seluruh dunia. Ketika tanda-tanda ini muncul, Facebook berusaha menyembunyikan tanda-tanda ini dari publik.
"Sekarang kita tahu bahwa begitu mereka tahu yang sebenarnya, para eksekutif top Facebook melakukan segala yang mereka bisa untuk menyembunyikannya dari publik dengan menggunakan pedoman untuk menekan oposisi dan menyebarkan teori konspirasi," katanya.
Facebook juga telah meningkatkan pengembangan perangkat otomatis untuk menangkap propaganda dan konten atau materi yang melanggar kebijakan Facebook.
"Laporan mengejutkan ini memperjelas bahwa para eksekutif Facebook akan selalu menempatkan keuntungan besar mereka di atas kepentingan pelanggan mereka. Sudah lama waktu bagi kita (Kongres) untuk mengambil tindakan," kata Ciciline. (jnp/eks)