Gambar paten tersebut menunjukkan bahwa Huawei membuat lubang horizontal tipis di diletakkan di bagian atas layar. Lubang ini untuk menempatkan speaker audio yang biasa digunakan pengguna ketika menerima panggilan telepon.
Namun, pada gambar itu tidak dijelaskan dimana kamera depan ponsel akan ditempatkan. Sebab pada gambar tak nampak adanya "poni" (notch) pada bagian depan ponselnya. Notch inilah yang biasa digunakan untuk menempatkan kamera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Huawei, sejumlah pembuat ponsel lain juga kabarnya akan membuat lubang di bagian depan ponselnya. Tapi lubang ini digunakan untuk menempatkan kamera depan.
Huawei telah memasukkan paten ini sejak 2 September 2016. Namun paten ini baru dipublikasikan oleh USPTO pada 6 November 2018.
Banyak pemanufaktur yang memasukkan paten desain berbeda ke lembaga seperti USPTO dan WIPO, tapi meski rancangan desain mereka diterima, belum tentu rancangan ini yang akan digunakan pada perangkat yang diluncurkan oleh pemanufaktur ponsel, seperti dilaporkan GizmoChina. (eks/eks)