Jokowi-Ridwan Kamil Tak Mampu Kerek Penjualan Royal Enfield

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 17:16 WIB
Jokowi-Ridwan Kamil Tak Mampu Kerek Penjualan Royal Enfield Royal Enfield Classic 500 Pegasus resmi mengaspal di Indonesia pada Rabu (14/11) malam. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi konsumen sepeda motor Royal Enfield dianggap belum mampu mendongkrak penjualan kuda besi asal India ini.

Jokowi memilih Royal Enfield Bullet 350 yang telah dimodifikasi bergaya chopper, sementara Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil justru puas membiarkan desain bawaan pabrik Royal Enfield Classic 500.

"Ya bukan (karena mereka) penjulan naik. Jadi ini lebih ke brand image saja sih, bukan pengaruh ke penjualan," kata Managing Director PT Distributor Motor Indonesia selaku distributor Royal Enfield Indonesia, Ade Sulistioputra di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (14/11) malam.


Menurut Ade Royal Enfield adalah sepeda motor yang memiliki segmentasi pasar terbatas. Sehingga, walau produknya dipakai figur seorang presiden sekalipun, masyarakat tidak melulu dapat langsung membelinya.

Ade pun menganalogikan bahwa motor asal India itu bukan seperti jaket, atau sepatu yang harganya relatif terjangkau.

"(Sepeda motor) beda sama jaket. Jadi kaya Pak Jokowi atau Ridwan Kamil misal pakai mobil ini, bukan berarti kita harus pakai itu juga. Tapi dari sisi branding sisi eksposure adalah. Soalnya seperti di sosmed mau bagus atau jelek (produknya) kan pasti ada orang lihat," ucap Ade.

Oleh karenanya, Ade menyampaikan kalaupun ada kenaikan penjualan sepeda motor Royal Enfield, itu lebih kepada usaha perusahaan yang dimulai sejak 2016.

"Penjualan 2018 naik, berapanya kami tidak bisa sebutkan apalagi soal angka. Nah tapi itu karena kami ikutan acara-acara motor, lalu orang tau testride produk kami, dan produk kami bagus," tutup Ade. (ryh/mik)