Mirage Disebut Pakai Platform March

CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 20:51 WIB
Mirage Disebut Pakai Platform March Logo Mitsubishi Mirage. (Foto: CNN Indonesia/Hafizd Mukti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana pengembangan masa depan Mitsubishi Mirage kemungkinan besar bakal melibatkan aliansi Mitsubishi-Nissan-Renault. Pejabat tinggi Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengungkap bahwa Mirage bisa jadi menggunakan arsitektur platform yang dimiliki aliansi.

Chief Operating Officer MMC Trevor Mann menjelaskan pihaknya sudah memulai pengembangan generasi baru Mirage namun berhenti karena belum ada konfirmasi soal pemilihan platform. Sementara itu aliansi punya platform Common Modular Family (CMF).

"Kami belum mengumumkan apapun buat Mirage selanjutnya, (tapi) kami akan menyatukan platform. Aliansi punya platform yang bernama CMF-B, jadi kemungkinan Mirage selanjutnya akan menggunakan platform CMF-B, tapi belum diputuskan," ujar Mann di sela peluncuran facelift Mitsubishi Triton di Thailand, diberitakan Goauto.com, Rabu (14/11).


CMF pertama diperkenalkan pada 2013 sementara generasi pertama Mirage muncul pada 2012. Sedangkan CMF-B merupakan platform yang digunakan untuk menghasilkan model medium seperti hatchback, city car, bahkan sedan.

Jika direalisasikan Mirage bakal menggunakan platform yang sama dengan generasi terkini Nissan March serta masa depan Nissan Juke, hingga Renault Clio dan Captur.

Bukan hanya Mirage, Mann juga menyebut sedan Lancer bakal menggunakan platform aliansi. Kemungkinannya Lancer menggunakan platform CMF-C yang jadi basis Renault Megane.

Corporate Vice President of Product Strategy MMC Vincent Cobee menambahkan, walau sekarang pihaknya sedang fokus mengembangkan produk bergaya Sport Utility Vehicle (SUV), namun kendaraan penumpang tetap penting karena mewakili porsi besar penjualan global.

Sehingga pengembangan untuk memunculkan model baru Mirage dan Lancer pasti dilakukan. Hal itu justru dianggap bakal semakin memperkuat Mitsubishi.

"Bila kami memproyeksikan diri kami lima tahun, total pasar global akan menjadi 110 hingga 115 juta unit, dan mobil penumpang masih akan mewakili 40 hingga 50 juta. Saya tahu Anda semua menulis tentang pertumbuhan dan perkembangan SUV dan itu benar, itu 35 - 37 persen dari total pasar saat ini dan terus berkembang. Tetapi itu tidak menyingkirkan fakta bahwa akan ada 40 sampai 50 juta mobil yang merupakan mobil penumpang tradisional," ucap Cobee.

Mirage di Indonesia

Penjualan Mirage di Indonesia dipastikan bakal berhenti pada tahun ini. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan impor Mirage dari Thailand sudah tidak lagi dilakukan.

Bukan hanya Mirage, MMKSI juga sudah memutuskan tidak lagi mengimpor dan menjual Delica produksi Jepang di Indonesia.

MMKSI beralasan kedua model itu tidak memenuhi ekspektasi penjualan di dalam negeri. Keputusan MMKSI menyerah pada Mirage dan Delica dilakukan menjelang penerapan Euro 4 untuk kendaraan bensin di Indonesia yang berlaku pada 7 Oktober. Belum ada konfirmasi generasi baru Mirage bakal dijual lagi di Indonesia. (ryh/fea)