Menerka Konsep Tempat Kerja Ideal Bagi Milenial Versi IDC

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 08:00 WIB
Menerka Konsep Tempat Kerja Ideal Bagi Milenial Versi IDC Co-working space Kemenaker. (Foto: CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga riset International Data Corporation (IDC) menerka konsep tempat kerja masa depan yang ideal bagi generasi milenial. IDC juga mengungkapkan tempat kerja masa depan yang ideal bisa membuat betah lintas generasi yang bekerja di dalamnya.

Survei bertajuk 'Powering Intelligent Transformation' yang dilakukan bersama Lenovo ini mengungkap tempat kerja masa depan akan didominasi oleh co-working space. Pekerja juga disebut akan lebih banyak memanfaatkan aplikasi, bukan lagi terbatas pada sekat-sekat di kantor.

"Di tahun 2021, permintaan pekerja terbaik akan membuat 65 persen perusahaan besar dunia akan menawarkan pilihan untuk co-working space atau bekerja secara remote," kata Sudev Bangah, Managing Director IDC ASEAN, dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (22/11).


Riset ini melibatkan 1.097 perusahaan di Asia Pasifik dan wawancara dengan 384 perusahaan dari delapan sektor besar di Indonesia. IDC mencatat 48,4 persen dari separuh populasi pekerja di Indonesia adalah milenial. 

Generasi milenial menurut IDC merupakan tipe pekerja yang ingin berkarya di mana dan kapan saja. Oleh karena itu, generasi ini mengingnkan bekerja di tempat yang bisa memaksimalkan untuk berinteraksi satu sama lain dan memiliki budaya inovatif.

Kunci dari keterhubungan antara milenial dan tempat kerjanya adalah teknologi seperti AI atau VR. Pada 2024, AI akan digunakan untuk mengerjakan tugas yang berulang-ulang sementara 20 persen tenaga kerja akan bekerja bersama mereka.

"Dengan berkembangnya solusi AI, dia akan membentuk kembali peran informasi dan pengetahuan pekerja di semua industri dan mengubah operasional perusahaan juga. AI akan berdampak pada struktur biaya perusahaan dan kebiasaan konsumen untuk model bisnis, produk dan layanan," jelas Sudev.

Dia menambahkan bahwa 51 persen perusahaan di Indonesia sepakat bahwa AI akan menjadi teknologi yang sangat penting untuk perusahaan mereka dalam 2-3 tahun ke depan.

Kemunculan teknologi augmented reality membantu pekerja berinteraksi dengan lebih mudah satu dengan lainnya. Teknologi ini bisa digunakan untuk pelatihan demi meningkatkan pengalaman pelanggan.

Sementara untuk suasana kantor, 57 persen perusahaan di Indonesia mulai menggeser tempat kerja menjadi lebih kolaboratif dan kohesif. Dibandingkan negara di Asia Pasifik lain, bisnis co-working space di Indonesia saat ini terhitung paling subur.

Ketersediaan co-working space di Indonesia sudah mencapai 36 persen, dibanding 31 persen di Jepang, 30 persen di Hong Kong, 17 persen di Singapura dan 8 persen di Korea Selatan. (kst/evn)